Sebaiknya Anda Tahu

Penasaran Dengan Istilah Hoax? Benarkah Terkait Penyihir? Inilah Sejarah Dan Asal Kata Hoax!

Penasaran Dengan Istilah Hoax? Inilah Sejarah Dan Asal Kata Hoax! Benarkah Terkait Dengan Dunia Sihir Menyihir?

Penasaran Dengan Istilah Hoax? Benarkah Terkait Penyihir? Inilah Sejarah Dan Asal Kata Hoax!
Tribun Jogja | Dwi Nourma Handito
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Darimana asal kata hoax? Kata hoax sendiri menurut ahli filologi Inggris Robert Nares, muncul pada akhir abad ke-18. Asal kata hoax diduga dari kata 'hocus' yang artinya jelas-jelas "untuk menipu".

Baca: Heboh! Artis Cantik Mikha Tambayong Tak Pakai Beha, Fotonya Bikin Berdesir!

Baca: BREAKINGNEWS: Aksi Tebang Pohon TK Antam Nyaris Ricuh, Asisten I Pemkab Bintan Minta Maaf!

Baca: BREAKINGNEWS: Jadi Isu Panas, Pemkab Klarifikasi TK Antam. Bukan Penggusuran Tapi Relokasi!

Baca: Heboh! Bintang Panas Ini Gugat Cerai Suaminya Gara-gara Takut Meninggal saat Begituan!

Hocus merupakan kependekan dari hoces corpus—istilah ini biasa digunakan oleh pesulap atau penyihir sebaga mantra untuk menyatakan bahwa semua yang dilakukannya benar atau nyata. Hocus juga merupakan nama samaran seorang tukang sulap pada masa King James I, raja Inggris.

Popularitas hoax di kalangan pengguna internet mulai menanjak setelah film The Hoax (2006) yang berkisah tentang skandal pembohongan atau penipuan terbesar di Amerika Serikat.

Pemakaian kata ini juga makin populer dengan berkembangnya media sosial secara konstan bersamaan dengan forum-forum pertemanan di dunia maya, yang berimbas pada masifnya peredaran informasi hingga sering menimbulkan kesalahan informasi.

Ada ratusan situs berita palsu saat ini, mulai dari orang-orang yang sengaja meniru surat kabar, pemerintah untuk tujuan propaganda, hingga kadang-kadang digunakan sesuai dengan tujuan politik. Semua kabar yang diragukan kebenarannya dicap sebagai kabar hoax.

Media sosial Facebook, bersama Twitter dan Google, dikritik berat terutama di tengah kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pilpres AS, karena dianggap gagal mengendalikan arus informasi palsu dalam bentuk berita hoax ataupun hate speech. Untuk menangani hal hoax ini, Facebook pun merilis platform baru untuk mengurangi penyebaran hoax.

Di samping itu, Facebook dikabarkan tengah berupaya merekrut editor berita dan membangun kemitraan dengan organisasi media massa. (Intisarionline)

Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved