GAWAT! Rusia Meradang, 755 Diplomat AS Disuruh Angkat Kaki Sebelum 1 September

Ini merupakan langkah agresif Rusia terhadap sanksi terbaru Amerika yang terlihat seperti Perang Dingin.

GAWAT! Rusia Meradang, 755 Diplomat AS Disuruh Angkat Kaki Sebelum 1 September
Kompas.com/Sputnik/Mikhail Klimentyev/Kremlin via REUTERS
Presiden Rusia Vladimir Putin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MOSCOW - Presiden Rusia Vladimir Putin, Minggu (30/7/2017) mengumumkan bahwa diplomat Amerika di Rusia harus mengurangi jumlah staf-nya sebanyak 755 karyawan.

Ini merupakan langkah agresif Rusia terhadap sanksi terbaru Amerika yang terlihat seperti Perang Dingin. Langkah ini juga dipastikan akan meningkatkan ketegangan di antara dua negara.

Saat melakukan pengumuman tersebut, Putin bilang kesabaran Rusia sudah habis karena menunggu membaiknya hubungan dengan Amerika Serikat.

"Kami telah menunggu cukup lama, dengan harapan, akan ada perubahan ke arah yang lebih baik. Kami berpegang pada harapan, situasi nantinya akan berubah. Namun, melihat kondisi yang terjadi saat ini, jika memang akan terjadi perubahan, itu bukan sekarang," jelas Putin saat diwawancara di televisi milik Rusia, Rossiya 1.

Menurut Putin, pengurangan staf memang ditujukan untuk  membuat rasa tidak nyaman kepada Washington dan perwakilannya di Moscow.

Baca: Besok Pendaftaran CPNS Mulai Dibuka. Catat Syarat dan Cara Daftarnya!

Baca: 402 CJH Kloter Pertama Embarkasi Batam Telah Tiba di Jeddah

Baca: Selama Enam Bulan, 700 Wanita Gugat Cerai Suaminya. Paling Banyak Karena Masalah Ini

"Lebih dari 1.000 karyawan -diplomat dan pekerja teknikal- telah bekerja dan terus bekerja hingga hari ini di Rusia. 755 orang harus menghentikan aktivitas ini," katanya.

Kebijakan ini merupakan langkah keras dari Rusia. Tidak tanggung-tanggung, Putin menegaskan, 755 orang AS itu harus sudah angkat kaki dari Rusia sebelum 1 September mendatang.

Putin mengaku tidak ingin menerapkan sanksi lanjutan, namun di sisi lain dia mengatakan, tidak melihat hubungan kedua negara akan berubah dalam waktu dekat.

Sekadar informasi, Senat AS memberlakukan sanksi baru terhadap Rusia pada Kamis (27/7). Wujud sanksi beragam, antara lain pembekuan aset sejumlah petinggi Rusia, pembatasan pada industri minyak Rusia, sektor keuangan, teknologi, dan persenjataan.

Rangkaian sanksi terhadap Rusia dirancang sewaktu Barack Obama masih menjabat Presiden AS. Pada saat itu, sanksi tersebut didesain sebagai hukuman atas aksi Rusia menganeksasi Crimea dari Ukraina pada 2014. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kontan.co.id dengan judul : Rusia meradang, ancam usir 755 diplomat AS

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved