Kecam Saksi dari Amerika Serikat, Rusia Mengancam Akan Membalas

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengecam Kongres Amerika Serikat (AS) yang mengeluarkan legislasi sanksi kepada Rusia.

Kecam Saksi dari Amerika Serikat, Rusia Mengancam Akan Membalas
Dmitri Lovetsky / POOL / AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengecam Kongres Amerika Serikat (AS) yang mengeluarkan legislasi sanksi kepada Rusia. Dia menggertak dengan menyatakan Rusia akan mengambil langkah balasan.

Berbicara pada program "This Week" ABC, Ryabkov menunjuk RUU yang diloloskan Kongres Kamis lalu bahwa sanksi kepada negaranya adalah "aneh dan tak bisa diterima".

"Jika pihak AS memutuskan untuk bergerak lebih jauh, ke pemburukan, maka kami akan menjawabnya. Kami akan menjawabnya dengan segala cara. Kami akan membalas," kata dia seperti dikutip Reuters.

Pernyataan Ryabkov keluar setelah Jumat lalu Rusia memerintahkan AS untuk memangkas ratusan staf diplomatiknya dan akan menyita dua properti diplomatik AS sebagai jawaban atas sanksi baru yang hampir dengan suara mutlak disetujui baik DPR maupun Senat AS.

Ryabkov membenarkan penyitaan kedua properti AS di Rusia itu sebagai balasan atas RUU itu, namun dia menolak menyatakan langkah-langkah berikutnya Rusia jika AS terus menerapkan tekanan.

Baca: Protes Gaya Berpakaian Diatur, Ratusan Perempuan Turki Demo Bawa Celana Pendek

Baca: Telkomsel Hadirkan Layanan Paket Haji 3 in 1. Ini Kelebihannya

Baca: Harrier GS Sport, Mobil Sporty Berkapasitas Lima Orang

"Kami bukan penjudi. Kami orang yang mempertimbangkan segalanya dengan serius sekali dan sangat bertanggung jawab. Namun saya bisa memastikan Anda bahwa opsi-opsi lain sudah tersedia di meja," kata dia.

Hubungan AS-Rusia kian tegang setelah badan-badan intelijen AS menyimpulkan Rusia telah mengintervensi Pemilu AS dengan cara mendeskreditkan Hillary Clinton guna membantu Presiden Donald Trump memenangkan Pemilu tahun lalu.

Rusia membantah tudingan ini. Namun jaksa penyelidik khusus Robert Mueller yang mantan direktur FBI kini sedang menyelidiki dugaan kolusi tim kampanye Trump dengan Rusia. Kubu Trump membantah keras tudingan kolusi dengan Rusia ini. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Wartakota dengan judul: Rusia Kembali Ancam akan Balas Sanksi AS

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved