Breaking News:

11 Pengusaha China Lirik Investasi di Batam, Ini yang Akan Mereka Kembangkan

Banyak bahan ramuan obat-obatan tradisional China yang tumbuh dengan subur di Indonesia dan tumbuhan tersebut tidak dimanfaatkan di Indonesia.

Penulis: Pertanian Sitanggang | Editor: Alfian Zainal
Para pengusaha industri obat-obat tradisional China jajaki investasi di Batam 

Laporan Tribun Batam Ian Sitanggang

BATAM TRIBUNNEWS.COM BATAM - Asosisasi Pengusaha Tiongkok Kepri Indonesia (APTKI) menggandeng asosiasi pengusaha dari China untuk berinvestasi di Batam.

Para pengusaha yang digandeng itu bergerak di bidang obat-obatan tradisional.

Pada Rabu (2/8/2017) sore, 11 pengusaha ini berbagi pengalaman dalam "one belt one road" bersama Dinas Ketahanan dan Pertanian Kota Batam di Hotel Best WesternPremier Panbil.

Para pengusaha tersebut merupakan perwakilan dari asosiasi perusahaan kesehatan Kadin China atau China Countrywide Federation of Medicine Industry Commerce And Chamber of Commmerce.

Dalam pertemuan tersebut pengusaha dari China meminta saran dari Dinas Ketahanan dan Pertanian Kota Batam, apa saja yang mereka harus lakukan jika ingin investasi di bidang obat-obatan tradisional.

Gong Xiao Yin, ketua rombongan mengatakan, saat ini ada ratusan pengusaha terkenal di China yang bergerak di industri obat-obatan tradisional. Mereka ingin mengembangkan sayapnya dan membuka cabang di Indonesia, termasuk Kota Batam.

Indonesia merupakan daerah tropis sehingga banyak tumbuhan yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan ramuan obat-obatan tradisonal. Karena itu, pengusaha dari China sangat tertarik untuk investasi di Batam.

Dilanjutkan Gong Xiao Yin, banyak bahan ramuan obat-obatan tradisional China yang tumbuh dengan subur di Indonesia dan tumbuhan tersebut tidak dimanfaatkan di Indonesia.

"Oleh sebab itu, kita harapkan ke depan ada kerja sama antara pengusaha dari China dengan Indonesia sehingga berbagai tanaman obat itu bisa kita kembangkan,"kata Gong Xiao Yin.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved