Breaking News:

Heboh Kirim Barang Pakai NPWP

Pelaku Bisnis Online Batam Mengeluh, Kebijakan BC Mendadak: Mestinya Kan Bisa Duduk Bersama.

Kami tidak mengetahui tujuan BC harus melampirkan fotokopi NPWP. Ibu ibu rumahan yang berdagang online itu kan tidak punya NPWP

Penulis: Danang Setiawan | Editor: Alfian Zainal
Tribun Batam/Yusuf Riadi
Seorang pelanggan mendapatkan layanan JNE Batam. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM. BATAM - Adanya kebijakan Bea Cukai yang mewajibkan nota pembelian disertai NPWP jika melakukan pengiriman barang dari Batam keluar Batam menimbulkan reaksi reaksi penolakan.

Penolakan itu terutama sekali dari pelaku bisnis online shop di Batam.

Ipah, selaku ketua Forum Reseller Batam (FRB) merasa keberatan dengan adanya aturan baru yang dilakukan pihak Bea dan Cukai Batam.

Alasannya, aturan itu diterapkan mendadak dan tanpa sosialisasi.

Ipah juga menilai, kebijakan tersebut tidak tepat diterapkan dimana kondisi Batam yang sedang terpuruk dan ekonomi sedang lesu.

"Hal yang harus disadari jika peraturan ini di berlakukan, kondisi perekonomian Batam saat ini sudah suram karena banyak perusahaan yang tutup dan banyak pengangguran. Kebijakan ini akan memperparah kondisi ekonomi masyarakat," ungkap Ipah kepada Tribun Batam, Jumat (4/8) malam.

Kebijakan yang mengharuskan melampirkan fotokopi NPWP dirasa kurang pas.

Baca: Heboh Pengiriman Barang Wajib Pakai NPWP, Ini Jawaban Kantor Bea Cukai Batam

Baca: Bea Cukai Batam Perketat Pengiriman Barang Online, Jasa Pengiriman Pilih-pilih Paket!

Pelaku usaha bisnis online di Kota Batam itu mayoritas ibu rumah tangga yang belum memiliki NPWP.

"Kami tidak mengetahui tujuan BC harus melampirkan fotokopi NPWP. Ibu ibu rumahan yang berdagang online itu kan tidak punya NPWP," katanya.

Pelaku bisnis online berharap kepada Bea Cukai untuk duduk bersama membahas masalah yang sedang terjadi, karena kebijakan ini menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved