Ngeri! Batam Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kepri, Ini Curhat KPPAD!

Ngeri! Batam Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kepri, Ini Curhat KPPAD!

Ngeri! Batam Tertinggi Kasus Kekerasan Seksual Anak di Kepri, Ini Curhat KPPAD!
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Pengawasan dan Perlindungan anak Daerah (KPPAD)provinsi Kepri selama tahun 2017, sudah menangani 23 kasus kekerasan seksual terhadap anak, Senin (7/8/2017).

Baca: Heboh! Firaun Ini Bisa Jadi adalah Raksasa Pertama di Dunia. Segini Tingginya!

Baca: Viral! Benarkah Korban Letusan Vesuvius Ini Sedang Masturbasi? Lihat Baik-baik Lagi!

Seperti yang di utarakan oleh komisioner KPPDP provinsi Kepri, Erry Syahrial, mengatakan, sepanjang tahun 2017 pihaknya memang sudah menangani 23 kasus kekerasan terhadap anak. Diantaranya Korban kekerasan seksual pada anak perempuan ada 21 orang dan pada laki-laki ada 2 orang korban.

"Ditahun ini kasus kekerasan seksual Batamlah yang menduduki peringkat pertama sebanyak 12 kasus, sedangkan Tanjungpinang ada 8 kasus ,sementara Bintan hanya ada 4 kasus kekerasan sepanjang tahun ini,"ujar Erry

Erry menjelaskan, Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kepri yang kian meningkat ditahun ini, menurutnya sudah masuk kategori mengkuatirkan, sebab kekerasan seksual terhadap anak terjadi pada usia 5-10 tahun, sehingga sudah tergolong tahun ini sangat rentan terhadap anak, jadi inilah yang harus diperhatikan kembali untuk menanganinya.

"Saat ini anak-anak memang sangat rentan menjadi korban seksual, inilah yang kita harapkan dan kita tekankan harus di lakukan pengawasan yang lebih ketat ditengah-tengah keluarga, baik itu orang tua, guru, masyrakat dan tetangga di lingkungan perumahan," ujar Erry

Erry juga mengatakan, dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak ini, pihaknya selalu melakukan pendampingan seperti rehabilitasi korban, memberikan orang tua pembekalan untuk mengatasi dan mengajari anak dalam menghadapi anak dari orangtua yang menjadi korban kekerasan seksual.

"Untuk korban kekerasan anak itu biasanya perlu pengawasan dan pendampingan oleh orang tua secara lanjut, karena Disitulah peran orantua untuk mengajak anaknya lebih baik lagi kedepanya dengan memberikan semangat dan motivasi, agar kedepan tidak kembali menjadi korban kekerasan," ujar Erry

Erry menambahkan, para anak yang mengalami kekerasan seksual, itu tentu biasanya sangat kerap akan mengalami trauma ringan hingga kategori berat, karena anak-anak masih rentan terpukul akan hal kekerasan, maka dari itu pihaknya selalu melakukan pemeriksaan psikologi terhadap para korban, sehingga penanganan KPPAD tepat dalam menghadapi kasus kekerasan yang menyebabkan trauma.

"Kita selalu menyediakan petugas psikologi untuk menangani setiap kasus kekerasan yang menimpa korban dengan selalu melakukan pengecekan terhadap korban, apabila trauma ringan cukup orang tua saja yang menangani dengan kita beri pembekalan, sedangkan apabila trauma berat kita akan terus melakukan kunjungan dan memberikan perhatian khusus agar para korban kembali beraktifitas seperti biasa di tengah-tengah masyrakat, keluarga dan teman,"ujar Erry. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved