ADVERTORIAL

Kampanyekan Stop Kekerasan Kepada Perempuan dan Anak

Noorlizah begitu tegas menyatakan sikapnya untuk mewujudkan Kepri yang bebas dari kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak

Kampanyekan Stop Kekerasan Kepada Perempuan dan Anak
Humas Pemprov Kepri
Suasana pencanangan perlindungan perempuan dan anak dan "Jelajah Three Ends" di Kabupaten Karimun, Kamis (13/7/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat dari tahun ke tahun. Permasalahan tersebut masih selalu ditemukan juga di Kepri belakangan ini.

Kemunculan masalah kekerasan terahdap perempuan dan anak mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kepri mengambil langkah antisipasi.

Suatu langkah yang ditempuh misalnya menggelar kegiatan Jelajah Three Ends dan Pencanangan Keluarga Bebas Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Karimun, Kamis (13/7) siang.

Istri gubernur Kepri Noorlizah hadir juga dalam kegiatan tersebut.

Dalam kata sambutannya, Noorlizah begitu tegas menyatakan sikapnya untuk mewujudkan Kepri yang bebas dari kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak.

“Di samping itu kasus-kasus kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta Tindak Pidana lainnya terhadap perempuan dan anak akan menyisakan penderitaan bagi perempuan dan anak yang menjadi korbannya, misalnya penderitaan secara fisik maupun psikis tidak sedikit pula harus kehilangan nyawa,” kata Noorlizah.

Dia kemudian menyadarkan seluruh masyarakat Kepri bahwa kekerasan tersebut bisa saja menimpa keluarga kita.

Karena itu, setiap masyarakat diminta melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat mengurangi kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak khusus di Karimun dan Kepri.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk secara bersama-sama berpartisipasi melakukan upaya pencegahan guna menghentikan semua tindakan yang mengarah pada tindak kekerasan, tindak pidana perdagangan orang, perlakuan diskriminatif serta perlakuan salah yang merendahkan bahkan melanggar hak asasi manusia,” kata Noorlizah.

Menurut Noolizah, program unggulan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang kita kenal dengan three ends begitu efektif dalam mengantisipasi kasus kekerasan ini.

Halaman
12
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved