Slamet Blak-blakan. Pungli Kios Atas Perintah Dirut BUMD Pinang. Berapa Penyewa Kios Dipalak?

Sidang kasus pungli BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama dengan tersangka Direktur Asep Nana Suryana digelar di PN Tipikor Tanjungpinang

Slamet Blak-blakan. Pungli Kios Atas Perintah Dirut BUMD Pinang. Berapa Penyewa Kios Dipalak?
Suasana sisang pungli BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama dengan terdakwa Dirut BUMD Asep nana Suryana 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Sidang kasus pungli BUMD PT Tanjungpinang Makmur Bersama dengan tersangka Direktur Asep Nana Suryana digelar di PN Tipikor Tanjungpiang

Sidang beragendakan keterangan saksi Slamet yang juga tersangka kasus tersebut setelah ia ditangkap tim Saber Pungli Polda Kepri.

Dalam kesaksianya, Slamet menceritakan bahwa sewa penempatan kios ini semua atas perintah terdakwwa Asep Nana Suryana.

Semua pungutan sewa penempatan kios, termasuk uang lebih atau dugaan pungli itu, juga atas perintah terdakwa Asep.

"Semua yang saya jalankan atas perintah saudara Asep Nana Suryana pimpinan saya bekerja. Saya yang disuruh karena saya yang di lapangan," ujar Slamet menjawab pertanyaan JPU Gustian Juanda yang didampingi jaksa Akmal, Senin (21/8/2017).

Slamet bekerja sejak tahun 2015. Selama itu ada tujuh penyewa kios yang diminta uang lebih dari harga sewa sebenarnya.

Uang sewa Rp 5 juta per tahun. Namun dalam praktiknya, para penyewa dimintai uang di luar tarif yang ditentukan.

"Ada yang dipungut Rp 8 juta hingga paling banyak Rp 10 juta. Sesuai dengan lokasi yang dipesan. Kalau yang strategis Rp 10 juta," ungkapnya.

Setelah Slamet memungut, seluruh uang itu diserahkan pada Asep. Terkadang ia diberi upah Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta dalam setiap kali memungut pungli.

Slamet mengakui apa yang dilakukannya salah, termasuk proses pembayaran daari para penyewa yang dibayarkan di luar kantor.

"Saya akui juga SOP pembayaran yang dilakukan oleh pemesan itu juga salah. Tapi semua itu atas perintah Pak Asep selaku pimpinan," ujarnya.

Slamet mengakui, pembayaran dari penyewa kios, sebagian menggunakan kuitansi tidak resmi atau dibuat-buat.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved