Kasus Pekerja Anak di Vihara Nongsa, Polda Kepri Amankan Pria Ini. Begini Perannya!

Kasus Pekerja Anak di Vihara Nongsa, Polda Kepri Amankan Pria Ini. Begini Perannya!

Kasus Pekerja Anak di Vihara Nongsa, Polda Kepri Amankan Pria Ini. Begini Perannya!
tribunbatam/eko setiawaan
Suasana polisi mendatangi sebuah vihara di Nongsa, Senin (28/8/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM-Polda Kepri terus atensi mengkungkap kasus dugaan pencabulan dan mempekerjakan anak di bawah umur di Vihara Vihara Mahayana.

Baca: Pemeriksaan Kasus Pekerja Anak di Vihara Nongsa, Polisi Ungkap Adanya Dugaan Pencabulan!

Baca: Terobos Singapura Lewat Pipa Perbatasan, Pria Asal Indonesia Ini Gegerkan Singapura. Dari Batam?

Baca: Terungkap! Inilah Rahasia di Balik Suksesi Singapura, Kesaksian Mantan Perdana Menteri!

Baca: Mengejutkan! Inilah Kelakuan Sebenarnya Keluarga Konglomerat, Nomor 4 Bikin Tepuk Jidat!

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga mengatakan, atas kasus mempekerjakan anak di bawah umur sudah ditetapkan pria berinisial B sebagai tersangka.

"Pria inisial B ini bukan kasus pencabulan loh ya. Tapi, sangkaan dugaan mempekerjakan anak di bawah umur. Kami sudah amankan," kata Erlangga, Selasa (29/8/2017) sore.

Peran B kata Erlangga, dia yang memfasilitasi di pintu kedatangan bandara beberapa anak yang akan kerja di Vihara itu. Dan membawanya ke Vihara untuk dipekerjakan.

Untuk kasus dugaan pencabulan, pihak Polda Kepri terus mengupayakan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Agar kasus ini, kelar secepat mungkin.

Direktur Diteskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian mengatakan, dengan kasus itu, sudah menurunkan timnya dari Subdit IV PPA Ditreskrimum ke Polresta Barelang. "Kami sudah tindaklanjuti informasi itu," katanya.

Kombes Pol Lutfi Martadian mencatat, ada 45 kasus perlindungan anak 2017 ini. Dia pun mengaku tak pernah main-main dalam penanganan kasus anak yang menjadi atensi tersebut. "Tentu kita sangat serius menangani ini," tambahnya.
"
Dia menambahkan, dari 45 kasus perlindungan anak tersebut, sebanyak 30 kasus yang sudah selesai. "Yang masih belum, tentu proses kami akan selalu mengejar dan serius menanganinya," katanya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved