Gempa Mentawai - Sumbar Luluh Lantak Tahun 2009 Juga terjadi Bulan September
Gempa berkekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang perairan Mentawai, Jumat (1/9/2017) dini hari, sekitar pukul 00.04 WIB.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Gempa berkekuatan 6,2 pada Skala Richter mengguncang perairan Mentawai, Jumat (1/9/2017) dini hari, sekitar pukul 00.04 WIB.
Pusat gempa terletak di antara gugusan pulau di pesisir Sumatera Barat itu dengan Kota Padang.
Tak heran, warga yang berada di si pesisir Sumbar, seperti Kota Padang dan Pariaman, berhamburan ke luar rumah karena panik.
Delapan tahun lalu, sejumlah wilayah juga diguncang gempa dahsyat berkekuatan 7,6 pada Skala Richter.
Baca: BREAKINGNEWS. Mentawai Diguncang Gempa 6,2 SR. Warga Kota Padang Berhamburan
Baca: Gempa Mentawai - Pasien di Rumah Sakit Dievakuasi, Termasuk Bayi Mungil Dalam Inkubator
Pusat gempa juga di daerah Mentawai yang memang rentan dengan gempa karena berada di jalur patahan Semangko yang aktif.
Gempa tahun 2009 itu juga terjadi pada Bulan September, tepatnya 30 September 2009, pukul 17:16 WIB.

Pusat gempa juga tidak jauh dengan lokasi saat ini, sekitar 50 km barat laut Kota Padang.
Gempa ini sangat dahsyat dan meluluhlantakkan sebagian besar Provinsi Sumbar, seperti Kota Padang, Pariaman, Pesisir Selatan, Bukittinggi, Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, hingga Kabupaten Pasaman Barat.
Gempa ini juga menimbulkan tsunami yang cukup dahsyat di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terdiri dari empat pulau besar, yakni, Sipora, Siberut, Pagai Utara atau Sikakap dan Pagai Selatan.
Data Tribun, sebanyak 1.103 orang tewas dan lebih dari 3.000 luka-luka. Sebanyak 113 orang dinyatakan hilang.
Sebanyak 135.448 bangunan rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang dan 78.604 rumah rusak ringan.
Banyaknya kerusakan karena terjadi rangkaian gempa susulan yang terjadi dalam selang beberapa menit.

Bahkan, pada Kamis (1/10) pagi, kembali lagi terjadi guncangan hebat yang berpusat di 46 km tenggara Kota Sungaipenuh, Provinsi jambi, pukul 08.52 WIB dengan kedalaman 24 km.
Berbeda dengan gempa pertama yang berpusat di laut, gempa kali ini terjadi di darat, bahkan wilayah pegunungan.
Korban tewas umumnya memang terkena tsunami di Mentawai dan tertimpa reruntuhan gedung atau longsor.
Di Kabupaten Padang Pariaman bahkan ada puluhan orang yang sedang pesta perkawinan tertimbun dan terjebak oleh longsoran bukit.
Sumbar memang termasuk daerah rawan gempa, baik vulkanik (gunung api) maupun tektonik.

Sumbar berada di jalur gunung api Mediterania yang memanjang dari utara Pulau Sumatera hingga selatan yang dikenal dengan gugusan Bukit Barisan.
Di sisi lain, pantai barat Sumatera juga merupakan pertemuan sejumlah lempeng aktif.
Dilansir dari Wikipedia, dua lempeng besar adalah lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Ditambah lagi patahan (sesar) Semangko.
Di dekat pertemuan lempeng tersebut juga ada patahan Mentawai yang merupakan daerah seismik aktif.
Menurut catatan ahli gempa, wilayah Sumatera Barat memiliki siklus 200 tahunan gempa besar yang pada awal abad ke-21 telah memasuki masa berulangnya siklus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gempa-padang_20170901_031241.jpg)