Sudah 409.342 Orang Teken Petisi: Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi!

Komite Nobel menyebut Suu Kyi layak mendapatkannya untuk perlawanan anti-kekerasannya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia

Sudah 409.342 Orang Teken Petisi: Cabut Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi!
foxnews
Partai oposisi Aung San Suu Kyi kemungkinan meraih kemenangan besar dalam pemilu Myanmar 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PARIS - Lebih dari 409.000 orang meneken petisi untuk menyerukan pencabutan Hadiah Nobel Perdamaian dari tanganAung San Suu Kyi karena pemimpin de facto Myanmar itu gagal melindungi minoritas Rohingya.

Hingga pukul 12.30 WIb tercatat 409.342 orang sudah meneken petisi ini.

Pemimpin Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD menerima hadiah paling bergensi itu pada 1991 karena mengecam antikekerasan dan menyerukan pemilu bebas dan demokratis di Myanmar.

Komite Nobel menyebut Suu Kyi layak mendapatkannya untuk perlawanan anti-kekerasannya memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia.

Namun, lebih dari 409.000 orang telah meneken petisi di Change.org yang menuntut Komite Nobel menarik hadiah bagi Suu Kyi, yang secara luas telah dikecam karena diam atas krisis Rohingya.

"Sampai detik ini, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi sama sekali tak melakukan apapun untuk menghentikan kejahatan terhadap kemanusiaan ini di negaranya," bunyi petisi tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Perancis, Aung San Suu Kyi.

Komite Nobel Norwegia mengatakan, mereka tidak akan membatalkan penghargaan tersebut, keculi pekerjaan yang menyebabkan hadiah tersebut dipermasalahkan.

Ada kemarahan yang meningkat pada laporan dan tuduhan pembantaian minoritas Muslim Rohingya oleh tentara Myanmar dan warga lokal, tanpa pandang bulu.

Baca: LUAR BIASA. Ingin Bantu Pengungsi Rohingya, Siswa Sekolah Ini Berhasil Himpun Puluhan Juta Rupiah

Baca: Kisah Getir Muslim Rohingya di Cox Bazar: Kami Disuruh Masuk Rumah, Kemudian Dilempar Bom

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved