BATAM TERKINI

Ketua DPRD Batam : Tarif Listrik Naik, Pelayanan Harus Bagus

Tarif listrik Batam kembali naik 30 persen yang akan dilakukan dalam dua tahap yakni 15 persen untuk periode September dan 15 persen pada Desember.

Ketua DPRD Batam : Tarif Listrik Naik, Pelayanan Harus Bagus
TRIBUNBATAM/IAN PERTANIAN
Slide berisi informasi penyesuaian tarif dasar listrik 15 persen mulai 1 Agustus 2017 saat sosialisasi di Sagulung, Jumat (11/8/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tarif listrik Batam kembali naik 30 persen yang akan dilakukan  dalam dua tahap yakni 15 persen untuk periode September dan 15 persen pada Desember.

Kebijakan itu dilakukan setelah lebih kurang dua minggu Bright PLN Batam melakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah di Batam.

Lantas, apa tanggapan Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto?

Dia mengatakan, keputusan untuk menaikkan tarif listrik memang hal yang dilematis. Di satu sisi operasional PLN Batam tak seimbang dengan pendapatannya, sehingga merugi. Di sisi lain, kenaikan tarif tersebut pastinya berimbas pada pembayaran listrik yang dibayarkan masyarakat.

"Tapi apapun itu keputusannya, harus kita hormati. Kalau saya pribadi, apapun keputusannya saya lebih hormati daripada tidak bersikap sama sekali," kata Nuryanto kepada Tribun, Sabtu (16/9/2017) di Gedung Wali Kota Batam.

Baca: Benarkah Ada Remaja Jadi Korban Pil PCC di Batam? Begini Penjelasan BNN Provinsi Kepri

Baca: Tolak Kenaikan Tarif Listrik, Warga Sagulung Berniat PTUN-kan Pergub Kepri

Baca: HEBOH! Inilah Video Detik-detik Tubuh Pawang Buaya Diterkam dan Diseret Buaya di Tenggarong

"Memang jadi dilema. Makanya pemerintah dan PLN harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat supaya ada pemahaman," sambung dia.

Jika sosialisasi itu dilakukan secara terbuka, tanpa ada yang ditutup-tutupi, Nuryanto menilai, besar kemungkinan bisa diterima masyarakat.

"Jangan ada yang ditutupi, terbuka saja. Dengan kejujuran dan terbuka, Insha Allah semua pihak bisa terima. Supaya tak ada gangguan listrik di pemerintah dan masyarakat," kata Nuryanto.

Lebih lanjut, Nuryanto juga mewanti-wanti, keputusan menaikkan tarif listrik itu mestinya diikuti dengan pelayanan kelistrikan yang lebih baik.

"Sama-sama punya komitmen. Kalau konsumen telat bayar sanksinya denda atau pemutusan hubungan listrik. Kalau pelayanan listrik PLN tak bagus, bagaimana konsekuensinya? Harus ada," ujar dia. (*)

*Baca berita terkait di Tribun Batam edisi cetak, Minggu 17 September 2017

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved