Historia

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!

Bikin Merinding! Inilah Kisah Menegangkan Dokter Militer Saat Pembebasan Irian Barat!
Tribunnews
Ilustrasi. Pasukan TNI saat operasi Trikora di Irian Barat 

Dasar wamil!

Ada 115 orang yang terkena wajib militer Angkatan Darat angkatan kelima itu. Mereka berasal dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Ada yang dokter, apoteker atau dokter hewan.

Kami yang terkena wajib militer menerima pendidikan basis-kemiliteran selama enam bulan di Pusat Kesehatan Angkatan Darat di Kramat Jati, Jakarta.

Rambut kami dicukur plontos model crew cut. Kami, yang umumnya kutu buku, sedikit pucat karena kurang terkena sinar matahari. Badan nampak kurus. Pakaian seragam hijau-hijau yang kami kenakan jadi kelonggaran.

Salah seorang sejawat kami selama tiga minggu malah tidak memakai seragam. Sebab tidak ada baju dan sepatu yang cocok dengan badannya yang ekstra tinggi dan besar.

Padahal kalau berbaris dia selalu ditempatkan di deretan paling depan sebelah kanan.

Kalau kami latihan di luar asrama, macam-macam saja komentar penduduk yang kami dengar. Ada yang mengira kami tentara Korea yang kalah perang. Sebagian dari kami tampangnya memang mirip orang Korea.

Setelah enam bulan berlatih, kami sudah seperti tentara profesional layaknya. Tapi, meski sudah dilatih berulang-uiang, tetap saja ada yang kacau ketika harus berbaris.

Ketika kaki kiri melangkah maju, pada saat yang sama lengan kiri melenggang ke depan. Gerakannya jadi megal-megol bikin geli, mirip bebek mau bertelur.

Padahal anak kecil pun tahu, orang berbaris 'kan tidak begitu.

Halaman
1234
Editor:
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved