Formula 1
Formula 1 GP Malaysia - Pernah Kecewa Rio Haryanto Didepak, CEO Sepang: F1 Membosankan
Padahal, Razali saat itu, sudah menyiapkan tempat khusus bagi para penonton untuk bisa lebih dekat dengan paddock pebalap muda Indonesia itu.
BATAM.TRIBUNEWS.COM, SEPANG - Saat ini, Sabtu (30/10/2017), para pebalap Formula 1 sedang mengikuti kualifikasi untuk balapan Minggu besok.
Ini adalah balapan terakhir mereka di Sirkuit Sepang, Malaysia, salah satu sirkuit terbaik di dunia.
Otoritas Sirkuit Sepang sudah memutuskan untuk menghentikan balapan karena dinilai tidak menarik lagi.
CEO Sepang Razlan Razali mengatakan, produk on-track F1 sudah tidak menyenangkan lagi untuk ditonton sehingga sulit menghidupkan Grand Prix Malaysia dihidupkan kembali setelah 2017.
Razlan tetap keukeuh tidak akan menggelar F1 di Sepang meskipun penyelenggara F1 akan mengurangi beban biaya penyelenggaraan kepada tuan rumah.
"Bahkan jika kita mendapat kesepakatan terbesar --melakukan ini secara gratis, misalnya - kita mau jual apa? kata Razali seperti dilansir Reuters.
"Saya sendiri tidak bisa duduk di depan televisi dan menonton dari Lap 1 sampai berapapun putarannya selama dua jam. Sulit untuk menjual acara yang membosankan semacam ini. Ini tidak layak investasi saat ini."
Baca: Formula1 GP Malaysia - Pemenang di Sepang Minggu Besok Akan Catat Sejarah. Ini Sebabnya
Kontrak F1 antara Sepang dengan FIA disepakati di era manajemen F1 sebelumnya, Bernie Ecclestone.
Razali mengatakan bahwa pemilik baru, Liberty Media tidak bekerja cukup keras untuk mengubah pikiran penonton untuk menjadikan balapan lebih menarik.
"Perubahan apa yang Anda lihat yang membuatnya lebih menggairahkan daripada masa Bernie? Dari segi olahraga, dalam hal balap, apa yang telah mereka lakukan? "Katanya.
"Bagian termudah adalah kembali dan bernegosiasi dengan Liberty Media agar F1 kembali di Sepang. Bagian yang sulit adalah apakah olahraga telah berubah menjadi lebih baik. "
Asal tahu saja, Razlan Razali adalah orang yang termasuk paling kesal ketika Rio Haryanto didepak dari kursi Manor Racing di tengah musim F1 karena tidak mampu membayar sesuai kontrak yang dijanjikan.
Padahal, Razali saat itu, sudah menyiapkan tempat khusus bagi para penonton untuk bisa lebih dekat dengan paddock pebalap muda Indonesia itu.

Razali Razlan (gpmalaysia.com)
Razlan Razali mengungkapkan itu untuk mempromosikan gelaran F1 2016 Sepang di Jakarta.
"Saya sangat senang dan berharap Rio bisa selesaikan satu musim penuh. Jujur, bukan saya saja yang bangga, tapi orang di Malaysia juga senang Rio ada Formula 1," ucap Razlan, Juli 2016.
Menurut Razlan, Rio Haryanto adalah magnet tersendiri untuk bisa menjaring penonton sebanyak-banyaknya ke sirkuit.
"Rio tidak hanya mewakili Indonesia, tetapi juga menjadi menjadi magnet Asia," kata Razali waktu itu.
Namun, belum lagi GP Malaysia digelar, Rio sudah dikandangkan oleh Manor sehingga Razali sangat kecewa.
Di musim 2017, lagi-lagi Rio tidak mengdapatkan kursi di tim-tim F1.
Terdepaknya Rio Haryanto dari F1 memang membuat banyak pihak yang kecewa.
Sebab, sebagian balapan digelar di Asia, sementara tim-tim F1 yang berlaga tidak mempedulikan hal itu.
Sehingga, Formula 1 tidak mendapatkan roh di Asia.
Hingga saat ini, sejak Rio Haryanto memutuskan berhenti membalap, belum ada satupun pebalap Asia yang menggantikannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/rio-haryanto_20160916_093624.jpg)