Hingga September 2017, Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kepri Capai 239 Kasus

"Mari kita bangun kerja sama untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan," ajak Misni kepada para ibu

Hingga September 2017, Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak di Kepri Capai 239 Kasus
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Daerah 2017 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Ibu-ibu cantik berkumpul di CK Hotel Tanjungpinang, Kamis (5/10/2017) pagi.

Mereka berasal dari berbagai organisasi wanita di Kepri. Para ibu itu menghadiri Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Daerah 2017.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berecana Pemprov Kepri Misni mengatakan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak cukup signigikan di Kepri.

Baca: HUT TNI - Saksikan Live Streaming Peringatan HUT ke-72 TNI di Sini

Baca: SADIS! Pria Ini Bacok Istrinya yang Tengah Hamil Anak Kedua Mereka. Begini Fakta-faktanya

Baca: Tak Tahan Jadi Buah Bibir Tetangga, Setelah Anak Gadisnya Dicabuli Sahabat. Pria Ini Lakukan Ini

Dia mencatat, pada 2014 terdapat 363 kasus dan ada 585 kasus pada 2015.

"Jumlah kasus kekerasan pada perempuan dan anak pada 2016 memang menurun, di angka 225 kasus. Namun, sampai September 2017, jumlah kasusnya mencapai 239 kasus. Korbannya adalah perempuan dan anak," kata Misni.

Bertolak dari kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemprov Kepri menggelar forum PUSPA. Pada forum ini akan dipilih pengurus PUSPA periode 2017-2021.

"Mari kita bangun kerja sama untuk melindungi perempuan dan anak dari kekerasan," ajak Misni kepada para ibu tersebut. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved