Sabtu, 11 April 2026

Timnas Indonesia

Timnas Indonesia Makin Banyak Pilihan. Kemampuan Pemain Ini Setara Evan Dimas. Siapa Dia?

Seperti dilansir BolaSport.com dari Labbola, sepanjang pertandingan, anak-anak asuh Luis Milla melepaskan 375 operan sukses

Editor: Mairi Nandarson
BOLASPORT.com
Muhammad Taufiq dan Evan Dimas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BOGOR -  Timnas Indonesia menang 3-1 atas Kamboja dalam laga persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (4/10/2017).

Gol timnas Indonesia dicetak oleh Lerby Eliandry (menit ke-31), Rezaldi Hehanussa (34'), dan Septian David Maulana (49') sedangkan gol Kamboja datang dari lesakan Chan Vathanaka (48').

Aliran bola dari lini tengah tak dapat dimungkiri sebagai kelebihan timnas Indonesia dalam partai melawan Kamboja.

Seperti dilansir BolaSport.com dari Labbola, sepanjang pertandingan, anak-anak asuh Luis Milla melepaskan 375 operan sukses.

Febri Hariyadi dan Muhammad Taufiq saat Timnas Indonesia menghadapi Kamboja dalam laga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (4/10/2017). (FERI SETIAWAN/SUPERBALL.ID)

Baca: Indonesia vs Kamboja - Tidak Mencetak Gol, Tapi Pelatih Luis Milla Puji Pemain Ini

Baca: Nil Maizar Tinggalkan Semen Padang. Berawal dari Bandara Hasanuddin. Usai Digasak PSM 4-0!

Baca: Indonesia vs Kamboja - HEBAT! Hanya Main 28 Menit. Catatan Evan Dimas Tetap Jempolan!

Menariknya, mereka tampil tanpa dirigen utama lini tengah, Evan Dimas. Namun, pencinta sepak bola Tanah Air tak perlu khawatir karena kini Evan mempunyai pengganti sepadan dalam diri Muhammad Taufiq.

Baru kembali membela timnas Indonesia setelah sempat absen lama, pemain Bali United ini langsung tampil padu dengan rekan-rekannya. Taufiq tercatat menyuplai 33 operan tepat sasaran dari 36 upaya.

Artinya, pesepak bola berusia 30 tahun ini mempunyai akurasi operan mencapai 91 persen! Tingkat akurasi operan Taufiq pun mengalahkan rasio ketepatan timnas Indonesia secara keseluruhan yang "cuma" 82 persen (375 operan sukses dari 457 upaya).

Taufiq seolah menjadi kepingan puzzle yang dicari Luis Milla untuk menyempurnakan skuat Garuda.

Berkaca pada Piala AFF 2016, Alfred Riedl, yang menjadi peracik strategi timnas Indonesia kala itu, kesulitan mencari pelapis ideal di pos gelandang tengah.

Pada babak grup, Riedl menurunkan Bayu Pradana-Stefano Lilipaly dalam laga pembuka.

Kemudian, dalam dua pertandingan selanjutnya, sang juru taktik memercayakan lini tengah kepada Evan Dimas-Stefano Lilipaly. Lalu, Riedl seperti ingin bermain aman sejak fase semifinal hingga final.

Tak heran, dia selalu memainkan Bayu-Lilipaly dan sekadar memberi Evan jatah bermain selama sembilan menit!

Kini timnas Indonesia menjadi lebih kaya pilihan dengan performa ciamik dari Taufiq.(*)

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved