Mellennial

Jangan Asal Comot Foto dan Video di Media Sosial. Repost Juga Ada Etikanya, Lho!

Foto dan video di media sosial tidak bisa seenaknya diambil jika bukan karya sendiri karena dilindungi Hak Cipta.

TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Mellennial 

GENERASI Mellennial memang identik dengan yang namanya gadget dan media sosial (Medsos). Eksistensi di Medsos menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Agar tampil kece di Medsos, kini banyak aplikasi yang bisa digunakan untuk menunjang penampilan baik melalui foto maupun video.

Guys, perlu diingat bahwa penggunaan foto dan video di dunia maya tentu saja ada aturannya. Kamu-kamu tidak bisa begitu saja menggunakan foto dan video tersebut seenaknya jika itu bukan karya kamu sendiri karena dilindungi oleh Undang-Undang Hak Cipta.

"Produk online yang berupa karya seni digital boleh dipublikasikan oleh siapapun selama hak cipta tidak dilanggar. Untuk menjadikan foto atau video kita memiliki hak cipta, bisa dilaporkan asosiasi hak cipta yang ada di Indonesia," kata Ammar Satria, Ba.CM, M.Sc, dosen Animasi Politeknik Negeri Batam, yang juga dosen Enterpreneurship & Leadership Universitas International Batam, dan Co-Founder Fingerfastlab.com, Kamis (5/10/2017).

Dia menjelaskan, selama foto dan video yang di-share tidak mempunyai hak cipta, orang lain bisa melakukan share ulang ke Medsos atau tempat lain. Tapi jika hasil karya foto atau video memiliki hak cipta, misalnya dimiliki suatu agensi, maka wajib membayar atau meminta izin untuk penggunaan foto tersebut.

"Kalau repost ada aturan di aplikasinya, memang ada pengaturan. Apa bisa di repost atau tidak. Jadi tergantung dari ingin seperti apa protect ke foto atau video yang dibuat. Bukan hanya Facebook, Instagram, dan Medsos lainnya tapi juga channel youtube. Bisa dikopi atau tidaknya sebuah karya tergantung pada yang punya karya itu sendiri dan etika secara umum adalah bahwa penggunaan karya orang lain haruslah beretika,” ungkap Ammar.

Etika yang dimaksud saat memakai foto atau video orang lain meminta izin kepada yang punya karya sebagai penghargaan. Jika tidak, maka hukuman pelanggaran hak cipta bisa dikenakan.

"Perilaku yang mendapatkan punishment atau reword tentu akan membawa perubahan. Sebagaimana sifat dasar manusia ingin sesuatu yang mudah.

Selagi tidak ada hukuman, hal itu akan terus dilakukan. Jika penghargaan yang didapat dari banyaknya "like" tentu hal itu akan terus dilakukannya,"kata Dinuriza Lauzi, M.Psi, selaku psikolog pratisi dan psikolog LPSK.

Dinuriza mengingatkan, keinginan untuk terus eksis di Medsos membuat suatu kebiasaan yang bergantung pada teknologi.

Tips Aman Berkarya di Medsos
1. Jika foto atau video tidak ingin diambil orang lain, uruslah kepemilikannya ke asosiasi hak cipta yang ada di Indonesia atau memasukannya ke agensi foto dan video.
2. Selalu mencantumkan sumber foto dan video jika ingin repost sebagai bukti kamu mengharga hak cipta orang lain.
3. Gunakan aplikasi foto dan video sewajar mungkin sehingga karya yang dihasilkan bukanlah berupa manipulasi dari kenyataan yang ada. (*)

Tags
Video
foto
Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved