Breaking News:

Terungkap! Banyak Dokter PTT di Karimun Pilih Pulang Kampung. Begini Reaksi Bupati!

Terungkap! Banyak Dokter PTT di Karimun Pilih Pulang Kampung. Begini Reaksi Bupati!

TRIBUN BATAM/YAHYA
Bupati Karimun Aunur Rafiq mencoba fasilitas pijat yang disuguhkan saat rapat kerja kesehatan daerah di hotel 21, Selasa (10/10/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Karimun kekurangan dokter khususnya untuk penempatan di hinterland atau di pulau-pulau.

Hal itu diperparah dokter dengan status pegawai tidak tetap (PTT) lebih memilih kembali ke daerah mereka masing-masing begitu kontraknya selesai.

Baca: Heboh Tusuk Konde Bu Tien Soeharto Jatuh! Inilah Ritual Anggota Paspampres Sebelum Menyentuhnya!

Baca: Inilah 4 Artis Bersuami Tentara, Nomor 4 Menolak Tawaran Jadi Kepala Daerah!

Baca: Mengharukan! Meski Pernah Kena Tempeleng, Inilah Perwira Polisi yang Paling Disayang Bung Karno!

Baca: Merinding! Tukang Bangunan Buka Lorong di Mall Sengaja Ditutup 22 Tahun, Temuannya Kejutkan Sekota!

Baca: Heboh! Raffi Ahmad Uring-uringan Lihat Pria Ini Peluk Istrinya, Mengejutkan Alasan Peluknya!

"Dokter daerah kita masih kekurangan, khususnya dokter PTT karena yang sudah selesai pengabdiannya itu rata-rata tidak melanjutkan lagi kontraknya

dan kembali ke daerah masing-masing," kata Bupati Karimun Aunur Rafiq usai membuka rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) di hotel 21, Selasa (10/10/2017).

Untuk menanggulangi kekurangan dokter tersebut, Rafiq mengatakan dirinya segera melaporkan kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat rapat kerja pada 12 Oktober mendatang.

Rafiq juga berencana mengevaluasi besaran insentif bagi dokter PTT dan tenaga paramedis khususnya penempatan di hinterland pada APBD Karimun 2018 mendatang guna menarik lebih banyak minat dokter PTT mau bertugas di Karimun.

"Mungkin insentif yang kita berikan masih terlalu rendah karena daerah kita daerah kepulauan, oleh karena itu pada 2018, untuk insentif bagi dokter-dokter PTT harus kita tinjau kembali dan disesuaikan dengan kebutuhan juga rentang wilayahnya.

Begitu juga dengan tenaga paramedis yang bertugas di pulau-pulau, agar terjadi keadilan dan pemerataan juga harus kita tinjau kembali," terangnya.

Langkah berikutnya, Rafiq juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Karimun untuk menotadinaskan kembali bagi para dokter PTT yang sudah habis masa pengabdian sampai dokter penggantinya didapatkan.

"Kita juga akan minta bantuan provinsi untuk pendistribusian dokter-dokter yang memang masih terasa kurang untuk di puskesmas-puskesmas," kata Rafiq.

Sementara itu Kadinkes Karimun, Rachmadi mengatakan pihaknya sangat menyambut dengan terbuka jika ada dokter yang ingin bergabung dan mengabdikan diri di Karimun.

"Tadi pagi saya ditelepon seseorang mengatakan bahwa ada dokter dua yang mau melamar, saya katakan saya siap menampung," kata Rachmadi.

Selain itu untuk menanggulangi kekurangan dokter, Rachmadi mengatakan dirinya akan mengeluarkan kebijakan untuk mengirim dokter bantuan dari puskesmas terdekat.

Terkait rakerkesda, Rachmadi mengatakan bertujuan untuk merumuskan strategi pembangunan kesehatan pada 2018 mendatang dan mengevaluasi program pembangunan kesehatan yang sedang berjalan.

Rakerkesda itu sendiri diikuti sekitar 60 orang perwakilan dari puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun dan staf Dinkes Karimun. Rakerkesda tersebut juga dimeriahkan dengan pameran kesehatan oleh masing-masing puskesmas. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved