Pemimpin Catalonia Teken Deklarasi Kemerdekaan. PM Spanyol Gelar Rapat Darurat

Rajoy bersumpah menggunakan semua kekuatannya guna mencegah pemisahan diri Catalonia dari Spanyol. Akan evaluasi status semi otonomi wilayah itu

Pemimpin Catalonia Teken Deklarasi Kemerdekaan. PM Spanyol Gelar Rapat Darurat
thelocal.es
Carles Puigdemont, pemimpin regional Catalonia. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BARCELONA –  Pemimpin Catalonia telah menandatangani sebuah deklarasi kemerdekaan dari Spanyol pada Selasa (10/10/2017), namun untuk sementara menunda pemisahan diri dari Madrid.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, akan memimpin rapat darurat kabinetnya pada Rabu pagi ini di Madrid, ibu kota negara itu, untuk membahas tanggapan pemerintah pusat atas krisis politik tersebut.

Dalam sebuah pidato kepada anggota parlemen lokal di Barcelona, Presiden Catalonia Carles Puigdemont mengatakan, dia telah menerima mandat rakyat agar Catalonia menjadi republik independen setelah referendum yang dilarang pada 1 Oktober, demikian kantor berita AFP.

Baca: Hillary Clinton Tuding Donald Trump Sebagai Presiden AS Paling Berbahaya. Ini Alasannya

Baca: Catalan Merdeka? FC Barcelona Bergabung ke Liga Inggris. Ini Skenarionya!

Baca: Referendum Catalunya - Gerad Pique Menangis dan Nyatakan Siap Mundur dari Timnas Spanyol

Namun, pria berusia 54 tahun itu meminta parlemen Catalonia menunda pemisahan diri itu dengan terlebih dahulu membuka ruang dialog dalam beberapa pekan mendatang dengan Madrid.

Rajoy telah bersumpah menggunakan semua kekuatannya untuk mencegah pemisahan diri Catalonia dari Spanyol dan hendak mengevaluasi status semi otonomi untuk wilayah itu.  

Sejauh ini tidak jelas apakah dokumen pernyataan kemerdekaan itu memiliki kekuatan hukum atau tidak karena referendum pada 1 Oktober dilarang Mahkamah Konstitusi.

Selain itu, pemisahan diri harus disahkan parlemen Catalonia.

Puigdemont di depan parlemen memuji proses referendum dan mengkritik tindakan pemerintah Spanyol.

Namun, ia juga khawatir tentang pertikaian yang mungkin terjadi antara kubu yang menentang dan menolak kemerdekaan.

"Kami semua adalah bagian dari masyarakat yang sama dan kita perlu melangkah maju bersama. Satu-satunya jalan maju adalah demokrasi dan perdamaian," kata Puigdemont kepada anggota parlemen, seperti dilaporkan BBC.

Wakil Perdana Menteri, Soraya Saenz de Santamaria, mengatakan kepada wartawan segera setelah penandatanganan kemerdekaan itu bahwa Puigdemont adalah orang yang tidak tahu di mana dia berada, ke mana dia pergi atau dengan siapa dia ingin pergi.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved