Breaking News:

BP Batam Diganti Ahli Strategi Ekonomi Nasional. Ini Dia Sosok Lukita Dinarsyah Tuwo

Lukita menamatkan dua pendidikan pascasarjana di bidang ekonomi, yakni University of Chicago dan University of Canderbilt, Nashville

Penulis: Alfian Zainal | Editor: Alfian Zainal
ist
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (kanan) dan para deputi BP Batamn yang baru di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (16/10/2017). 

TRIBUNBATAM.id JAKARTA - Para pimpinan BP Batam sudah dipastikan dirombak. Rapat Dewan Kawasan Nasional Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas menyetujui pergantian para pimpinan BP Batam, Senin (16/10/2017).

Tidak main-main, Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Darmin Nasution bahkan menunjuk Dr. Ir. Lukita Dinarsyah Tuwo MA menggantikan Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro.

Lukita dikenal sebagai jago strategi di bidang perekonomian. Saat ini, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, 25 September 1961 ini, menjabat Sekretaris Menko Perekonomian.

Baca: BREAKINGNEWS. Pimpinan BP Batam Diganti - Ini Dia Nama-nama Pejabat Baru

Baca: Pimpinan BP Batam Dikabarkan Diganti - Dua Deputi Masih Bekerja Seperti Biasa

Baca: BREAKINGNEWS. Jaksa yang Diduga Menilap Dana Asuransi Pegawai Pemko Batam Ditahan

Di masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Lukita menjabat Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Wamen PPN)/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Waka Bappenas) mendampingi Wamen PPN Prof Armida Salsiah Alisjahbana pada tahun 2010.

Lukita selama 23 tahun meniti karir di Bappenas. Lulusan Fakultas Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (1985) ini, sebelum masuk ge gedung Bappenas, adalah Perencana Produksi Elida Gibbs Division Unilever Indonesia tahun 1986-1966.

Kendati berlatar teknik, namun Lukita menamatkan dua pendidikan pascasarjana di bidang ekonomi, yakni University of Chicago (1990) dan University of Canderbilt, Nashville, USA (1992).

Sedangkan gelar PhD ekonominya dia raih dari University of Illionois, Urbana Champaign, USA pada 1998.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved