Alasan Biaya Operasional, Driver Online Usul Tarif Batas Bawah Rp 4.000 per Km

Asosiasi Driver Online (ADO) mengusulkan tarif batas bawah dibatasi sebesar Rp 4.000 per kilometer. Ini alasannya.

Alasan Biaya Operasional, Driver Online Usul Tarif Batas Bawah Rp 4.000 per Km
net
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Asosiasi Driver Online (ADO) mengusulkan tarif batas bawah dibatasi sebesar Rp 4.000 per kilometer. Selain itu, ADO juga minta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) cepat merumuskan tarif batas atas dan bawah. ADO

Ketua Umum ADO Christiansen mengatakan, usulan tersebut melalui pertimbangan biaya operasional, seperti pengeluaran bahan bakar.

"Kami masih mendapatkan potongan 10 persen-25 persen dari aplikasi, sedangkan perhitungan pemerintah Rp 3.500 bersih buat driver," ujar Christiansen di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Terkait dengan kuota jumlah driver, pihak ADO setuju jika jumlahnya memang harus dibatasi. Menurut Christiansen, bertambah banyaknya pengemudi yang bermunculan dapat menurunkan pendapatan para pengemudi itu sendiri.

"Kami lihat orderan itu masih sangat banyak, hanya saja yang terjadi saat ini driver baru itu bermunculan, sehingga menggerus kue kami. Makanya, kami minta agar kuota itu segera ditetapkan," jelas dia.

Baca: HEROIK, Sempat Disekap 5 Perampok, Beginilah Cara Seorang Sopir Taksi Online Lolos dari Maut

Baca: Menurut Kadishub Batam, Ini Penyebab Warga Kerap Jadi Korban Salah Sasaran Sweeping Taksi Online

Baca: TEREKAM KAMERA! Lihatlah Bagaimana Seorang Wanita Kabur saat Terjaring Razia Lalulintas

Baca: Tahukah Anda 5 Khasiat Konsumsi Timun Bagi Kesehatan Tubuh? Cek Penjelasannya di Sini

Baca: MENGERIKAN! Ketagihan Daging Manusia, Seekor Harimau Mangsa Empat Orang Warga

Meski demikian, Christiansen menilai, rancangan sembilan poin revisi peraturan taksi online dari Kemenhub belum bisa memuaskan pihak taksi online dan taksi konvensional.

"Sejauh ini kami melihat pemerintah sudah berusaha mengeluarkan regulasi dengan asas kesetaraan dan keadilan. Memang karena ada dua sisi, tentu masing-masing pihak tidak bisa dipuaskan, baik online, regular," pungkas dia.

Sebelumnya, pemerintah telah merancang 9 poin revisi PM 26. Adapun 9 poin tersebut diantaranya, argometer taksi, tarif, wilayah operasi, kuota, persyaratan minimal 5 Kendaraan, buktik kepemilikan kendaraan bermotor, domisili TNKB, SRUT, peran aplikator. (*)

*Berita ini juga tayang di Kompas.com dengan judul : Asosiasi Driver Online Usul Tarif Batas Bawah Dipatok Rp 4.000 per Km

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved