BATAM TERKINI

Resmi Dilantik, Kepala BP Batam Segera Evaluasi Dualisme Perizinan dan Aturan yang Hambat Investasi

Kepala BP Batam yang baru, Lukita Dinarsyah Tuwo akan segera melakukan evaluasi sejumlah perizinan dan aturan yang dinilai menghambat investasi.

Resmi Dilantik, Kepala BP Batam Segera Evaluasi Dualisme Perizinan dan Aturan yang Hambat Investasi
IST/HUMAS DAN PROTOKOL KARIMUN
Ir Lukita Dinarsyah Tuwo (depan) didampingi Gubernur Kepri Nurdin Basirun dan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Karimun, Senin (12/12/2016). 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Lukita Dinarsyah Tuwo tampak ceria setelah resmi dilantik menjadi Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam oleh Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (DK PBPB) Darmin Nasution.

Lukita yang mengenakan baju batik abu-abu tua motif bintang bersinar biru, terus mengumbar senyum kepada yang hadir pada acara pelantikan di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/10/2017) siang.

"Paling penting adalah, soal menyelesaikan dualisme dengan pemerintah kota di sana," ucap Lukita seusai dilantik bersama empat deputi BP Batam.

Mantan Sekretaris Menko Perekonomian ini mengatakan, dualisme perizinan menjadi sorotan saat ini. Ia menilai, semua pihak harus dapat bekerjasama dengan baik. Pemerintah Kota Batam maupun para pemangku kepentingan di Batam sepatutnya berkomunikasi secara rutin dalam hal sinergi.

"Sehingga kita bisa menjalankan program-program di Batam, khususnya kawasan ekonomi, karena kami akan bertanggung jawab di kawasan ekonomi, dan investasi harus bisa meningkat," tutur Lukita.

Menurutnya, strategi ini dapat mendorong masuknya investasi ke Kota Batam. Selain itu, Lukita juga menyasar kebijakan-kebijakan yang telah dikeluarkan. Ia akan mengevaluasi peraturan yang menghambat investasi.

"Kami akan mendengarkan suara-suara dari pengusaha, kami akan melakukan kajian, berkomunikasi dengan stakeholder, kami akan membuat keputusan yang mudah-mudahan bisa diterima pengusaha di sana, kita ingin menang untuk semua pihak, buat masyarakat, pemerintah kota, buat BP Batam, dan buat pengusaha," papar Lukita.

Lukita bersama para Deputi BP Batam bakal melakukan dialog dengan pemilik lahan di Batam untuk mendorong tanah-tanah yang kosong atapun terlantar untuk dibangun menjadi suatu hal yang produktif.

Baca: Sudah 169 Perusahaan Gulung Tikar, Beginilah Kondisi Ekonomi Batam Saat Ini

Baca: Ditantang Kembalikan Batam Jadi Lokomotif Ekonomi Kawasan, Ini Rencana Kepala BP Batam Mewujudkannya

Baca: Sudah Miliki Modal Jadi KEK, Ini Daftar Kemudahan yang Bakal Didapatkan Batam

"Tentu kuncinya adalah kita berdialog dengan pemilik tanah dalam garis undang-undang tentunya, jadi kami akan bertemu tanpa melanggar ketentuan yang ada, kami mencari solusi terbaik," ujar mantan Wakil Menteri PPN/Bappenas tersebut.

Dengan membangun komunikasi kepada semua pihak, memperbaiki semua pelayanan, memberikan kemudahan, dan membangun sarana serta prasarana, dinyakini Lukita pertumbuhan ekonomi Batam dalam dua tahun ke depan menjadi 7 persen.

"Untuk mencapai ekonomi bisa 7 persen, investasi adalah utama. Jadi kita ingin menjaga investasi di Batam jangan sampai keluar, jangan sampai tutup dan kita mengundang investasi-investasi baru untuk datang," ujarnya. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved