‎Kasus Asuransi BAJ! Tangkis Praperadilan, Kejati Tak Mau Banyak Cakap: Buktikan di Pengadilan!

‎Kasus Asuransi BAJ! Tangkis Praperadilan, Kejati Tak Mau Banyak Cakap: Buktikan di Pengadilan!

‎Kasus Asuransi BAJ! Tangkis Praperadilan, Kejati Tak Mau Banyak Cakap: Buktikan di Pengadilan!
Ilustrasi. Suasana sidang praperadilan korupsi asuransi BAJ di pengadilan Negeri Tanjungpinang, Jumat (20/10/2017) 

Setidaknya ada empat ahli yang telah dipersiapkan sebagai pedoman hukum yang sah baik dalam menentukan tersangka hingga menetapkan bahwa kasus tersebut memang ada tindak pidana korupsi dan TPPU.

"Ahli sudah kami siapkan. Setidaknya ada empat ahli. Mulai dari ahli hukum soal pidana korupsi dan TPPU hingga ahli keuangan negara," kata Feritas lagi.

Ia yakin dan percaya Hakim tunggal Santonius Tambunan SH.MH mampu memberikan putusan yang profesional dan proposional dalam menetapkan ‎Kejati tidak menyalahi aturan perundang-undangan dalam menetapkan tersangka Nasihan SH.MH.

"Sangat yakin hakim tunggal kita memberikan keputusan yang profesional. Saya harap begitu. Dan akhirnya Pengadilan menolak seluruh dalil-dalil penggugat atau setidak-tidaknya tidak menerima," ungkapnya..

Ada 6 butir substansi gugatan Penasehat Hukum Tersangka Nasihan. Antara lain PH menganggap penyidikan yang prematur dalam menetapkan tersangka

dan tidak didukung 2 alat bukti permulaan yang cukup, tidak ada unsur kerugian keuangan ngara dan merupakan perkara aquo dan bukanlah dalam ranah Tipikor.

Selain itu juga menurut PH Nasihan terdapat tumpang tindih Surat Perintah Penyidikan sebagai Tersangka serta locus delicti yang tidak tepat. ‎

Ditanya mengenai surat-surat seperti halnya surat perintah penyidikan yang salah, ia hanya menjawab semua akan terbukti di persidangan Senin (23/10) agenda pemeriksaan surat.(*)

Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak Senin (23/10/2017)

Penulis: Wahib Wafa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved