OTT KEPALA DINAS DI BATAM

Dua Kali Dampingi Pemeriksaan, Ini Kata Pengacara Amirudin yang Terkena OTT Polda

Sebelumnya sekali saat pagi setelah OTT dan kemarin sekali. Jadi sudah dua kali kami dampingi. Pemeriksaan penyidik terpisah dengan tersangka lain.

Dua Kali Dampingi Pemeriksaan, Ini Kata Pengacara Amirudin yang Terkena OTT Polda
Amirudin dan Dendi N Purnomo, tersangka dugaan suap saat ekspose di Polda kepri, Selasa (24/10/2017). 

Laporan, Leo Halawa

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Nikson Situmorang, penasihat hukum atau PH Amirudin alias Amir yang terjerat operasi tangkap tangan KPK bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Dendi N Purnomo mulai mendampingi kliennya.

Nikson mengatakan, ia sudah dua kali dia dampingi kliennya saat diperiksa oleh penyidik Polda Kepri.

"Sebelumnya sekali saat pagi setelah OTT dan kemarin sekali. Jadi sudah dua kali kami dampingi. Pemeriksaan penyidik terpisah dengan tersangka lain. Pak Dendi (Dendi Nurdin Purnomo),'' kata Nikson kepada Tribun Batam Jumat (27/10/2017) sore.

Nikson selaku pembela beranggapan, apa yang dilakukan polisi adalah wewenang yang diberikan undang-undang.

Namun, ia melihat, ada sedikit kejanggalan dalam penetapan tersangka kliennya. Yakni, penetapan tersangka tanpa harus melihat unsur-unsur komeperhensip yang memenuhi.

"Katakanlah benar ada uang itu saat OTT. Tapi satu hal bahwa klien kami bukan pejabat negara atau ASN. Nah, terkait uang itu apakah memenuhi unsur? Ini yang kami kaji seperti apa model gratifikasi seperti yang dituduhkan,'' ujarnya.

Kliennya, kata Nikson, memenangkan tender dalam subyek kasus ini memenuhi segala izin.

"Nah, kalau namanya gratifikasi seperti apa? Kan masalahnya sudah clear mengenai izin-izin. Makanya ini juga kami akan mempelajari juga kasusnya seperti apa,'' tambahnya.

Terlepas dari itu, Nikson tetap menghargai proses penyelidikan dan penyidikan oleh penyidik. ''Tetap kami hargai. Kami juga pada intinya membela hak-hak klien kami,'' ujar Nikson.

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved