Masyarakat Jemaja Kabupaten Anambas Resah, Maling di Rumah Dokter Tugas Belum Tertangkap

Musibah pencurian, kata dia, pernah tejadi dengan kerugian uang tunai Rp 9 Juta yang raib digondol maling.

istimewa
ilustrasi maling laptop 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Masyarakat Jemaja masih resah dengan kasus pembobolan rumah dinas dokter.

Pasalnya, hingga saat ini pelaku pembobolan belum juga diketahui.

Sedangkan selama ini, Jemaja terkenal i jauh dari cerita maling dan kisah pencurian.

Baca: BREAKINGNEWS: Maling Bobol Rumah Dokter dari Jakarta yang Baru Tugas di Jemaja

Baca: Uang Dokter di Jemaja yang Hilang Rp 40 ribu, Tapi Barang Lainnya Bernilai Fantastik

Baca: Pemkab Anambas Berlakukan Absen Finger Print Pegawai, Bupati Targetkan 1 November!

 "Jelas masyarakat resah. Tahu sama tahu lah di Jemaja itu seperti apa. Orang letak sepeda motor dengan kunci masih menempel di motor saja, tidak hilang. Sekarang, masyarakat jadi was-was," ujar Indra Syahputra satu diantara tokoh masyarakat Jemaja saat dihubungi melalui sambungan seluler Selasa (7/11/2017). 

Ia menambahkan, kasus pencurian yang terjadi pada rumah dinas dokter di Jemaja, merupakan rangkaian dari aksi pencurian yang meresahkan masyarakat di sana.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi menimpa perawat yang terjadi sekitar empat bulan yang lalu. 

Musibah pencurian, kata dia, pernah tejadi dengan kerugian uang tunai Rp 9 Juta yang raib digondol maling

"Yang saya tahu, hampir setahun ini sudah ada empat kali. Ya, sebagai masyarakat kami berharap aparat hukum dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku pencurian yang meresahkan ini. Mungkin selain itu juga kegiatan siskamling kembali diintensifkan warga," kata dia lagi. 

Baca: BREAKINGNEWS Dua Nelayan Tenggelam di Perairan Tekong Hiu Karimun Ditemukan Selamat

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Amat Yani yang dimintai tanggapannya, justru terkejut dengan adanya musibah ini.

Ia pun menyarankan agar dilakukan pengamanan lingkungan.

"Saya kira tidak ada salahnya mencontoh Kelurahan Tarempa yang sudah menerapkan Komunitas Jaga Kampung (KJK),” kata dia. (tyn)

Penulis: Tyan
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved