Mustika Rasa

Nikmatnya Gudeg Dipadu Nasi Hangat. Dapatkan Resepnya di Sini

Dalam satu hidangan gudeg, akan memiliki rasa sensasi rasa selain manis. Yaitu pedas, asin hingga gurih.

Nikmatnya Gudeg Dipadu Nasi Hangat. Dapatkan Resepnya di Sini
TRIBUNBATAM/ANDRIANI

Bukan Makanan Kalangan Kerajaan

GUDEG, selama ini hanya dikenal sebagai makanan khas Yogyakarta. Tak banyak yang mengetahui sejarah keberadaan makanan tradisional yang satu ini. termasuk gudeg.

Padahal, sejatinya gudeg mengalami perjalanan sejarah yang panjang sebelum menjadi ikon kuliner Yogyakarta.

Diungkapkan Murdijati Gardjito yang telah menerbitkan sebuah buku berjudul "Gudeg Yogyakarta", sejarah gudeg di Yogyakarta dimulai bersamaan dengan dibangunnya kerajaan Mataram Islam di alas Mentaok yang ada di daerah Kotagede pada sekitar tahun 1500-an.

"Saat pembangunan kerajaan Mataram di alas Mentaok, banyak pohon yang ditebang, dan di antaranya adalah pohon nangka, kelapa, dan tangkil atau melinjo," jelasnya.

Karena banyaknya buah nangka muda (gori), kelapa, dan daun tangkil (melinjo), akhrinya mendorong para pekerja untuk membuat makanan dari bahan-bahan tersebut.

Untuk memenuhi makan para pekerja yang jumlahnya begitu besar, nangka muda yang dimasak jumlahnya juga sangat banyak.

Bahkan untuk mengaduknya atau dalam bahasa Jawa disebut hangudek harus menggunakan alat menyerupai dayung perahu.

Dari proses mengaduk (hangudeg) ini makanan yang diciptakan dari nangka muda ini disebut gudeg.

Selain itu, gudeg juga tercatat dalam karya sastra Jawa Serat Centhini. Diceritakan di dalamnya, pada tahun 1600-an Raden Mas Cebolang tengah singgah di pedepokan Pengeran Tembayat yang saat ini berada di wilayah Klaten.

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved