Pasca Tembak Sang Istri Sebanyak Enam Kali, Ini Kata Dokter Ryan di Depan Polisi yang Bikin Gregetan

Dokter Ryan Helmi , pria yang tega menembak istrinya yang juga seorang dokter, Letty Sultri, berbicara tak karuan alias meracau saat diperiksa polisi.

Pasca Tembak Sang Istri Sebanyak Enam Kali, Ini Kata Dokter Ryan di Depan Polisi yang Bikin Gregetan
tribunnews
Dokter Ryan Helmi dan istrinya Dokter Letty Sultri 

TRIBUNBATAM.ID-  Dokter Ryan Helmi , pria yang tega menembak istrinya yang juga seorang dokter, Letty Sultri, berbicara tak karuan alias meracau saat diperiksa polisi.

Helmi mengaku ingin menyusul sang istri, Dokter Letty Sultri, yang ditembak sebanyak enam kali hingga tewas.

Pernyataan itu ia lontarkan dengan kondisi meracau saat dibawa untuk diperiksa oleh penyidik Mapolda Metro Jaya.

"Mau nyusulin dia," kata Helmi," di Mapolda Metro Jaya, Kebayoranbaru, Jakarta Selatan, Jumat (10/11/2017) sore.

"Diperintah, diperintah," kata Helmi kembali meracau.

Baca: Dokter yang Tembak Istrinya Memang Edan! Ini 7 Fakta Dokter Helmi. Nomor 6 Mengejutkan!

Tak hanya itu, Helmi juga meracau ketika ditanya wartawan.

Ia hanya menjawab reinkarnasi.

"Reinkarnasi, reinkarnasi, reinkarnasi. Semua yang mati pasti akan pindah ke tubuh yang lain. Jiwa Letty akan datang ke tubuh yang lain. Buat bisa dibunuh," kata Helmi meracau.

Sementara polisi sendiri telah melakukan tes urine terhadap Dokter Helmi.

Hasilnya positif mengandung Benzodiazepine.

Keluarga dan kerabat dr Letty berdoa bersama setelah jenazah dikebumikan di TPU Kemiri, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017).
Keluarga dan kerabat dr Letty berdoa bersama setelah jenazah dikebumikan di TPU Kemiri, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (10/11/2017). (Warta Kota/Hamdi Putra)

Karena itu jawaban yang diberikan oleh Helmi cenderung meracau.

"Gangguan psikotik tahu nggak? Tanya dokter sana!" kata Helmi ditanya masalah penyakitnya.

Benzodiazepine sendiri merupakan jenis obat yang memiliki efek sedatif atau menenangkan.

Obat tersebut diperuntukkan bagi orang yang cemas atau tertekan dan dapat digunakan dalam pengobatan jangka pendek pada beberapa masalah tidur tertentu.(*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved