Liga Champions

Sevilla vs Liverpool - Seri Setelah Sempat Unggul 3-0. Klopp: Kami Berhenti Main di Babak Kedua

Liverpool sebenarnya tampil memukau pada paruh pertama pertandingan kontra Sevilla, Rabu (22/11/2017 dinihari WIB

Sevilla vs Liverpool - Seri Setelah Sempat Unggul 3-0. Klopp: Kami Berhenti Main di Babak Kedua
ADRIAN DENNIS / AFP
Ekspresi manajer Liverpool, Juergen Klopp, dalam pertandingan Premier League melawan Leicester City di Stadion King Power, 27 Februari 2017. 

TRIBUNBATAM.id, SEVILLA - Liverpool sebenarnya tampil memukau pada paruh pertama pertandingan kontra Sevilla, Rabu (22/11/2017).

Liverpool telah unggul 3-0 saat babak pertama berakhir.

Roberto Firmino mencetak dua gol pada pertandingan itu (2', 30'), sedangkan satu gol lainnya disumbangkan oleh Sadio Mane (22').

Namun setelah peluit babak kedua dibunyikan, mimpi buruk bagi Liverpool pun hadir.

Striker Liverpool, Roberto Firmino (kiri) melakukan selebrasi dengan Sadio Mane dan Mohamed Salah usai cetak gol ke gawang Sevilla, Rabu (22/11/2017) dinihari WIB
Striker Liverpool, Roberto Firmino (kiri) melakukan selebrasi dengan Sadio Mane dan Mohamed Salah usai cetak gol ke gawang Sevilla, Rabu (22/11/2017) dinihari WIB (TWITTER/@LIVERPOOLFC)

Baca: Sevilla vs Liverpool - Dramatis! Sudah Unggul 3-0, Liverpool Gagal Menang. Sevilla Balas 3 Gol

Baca: Dipecat PSSI Sebagai Pelatih Timnas. Indra Sjafri: Sepakbola Indonesia Tidak Hanya Timnas U19

Baca: APOEL vs Real Madrid - HEBAT! Cetak Dua Gol, Cristiano Ronaldo Catat Rekor Baru Ini

Gawang Loris Karius terus dibombardir serangan pasukan Sevilla.

Di akhir laga, Liverpool harus rela mengubah surplus 3 gol menjadi imbang dengan skor 3-3.

Pelatih Liverpool Juergen Klopp tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

"Ini serasa dikalahkan, tapi tidak kalah sungguhan. Masih ada satu pertandingan tersisa yang harus kami hadapi, namun untuk saat ini keadaan sangat buruk," kata Klopp seperti dilansir BolaSport.com dari Eurosport.

"Kami berhenti bermain sepakbola di babak kedua. Kami hanya punya satu senjata, yakni bermain sepakbola, tapi kami tak menampilkannya," ucapnya.

Eks pelatih Dortmund itu menilai anak asuhnya terlalu percaya diri karena sudah bisa unggul 3 gol atas Sevilla di babak pertama.

Tetapi akhirnya perasaan itulah yang membuat Liverpool tak berkutik di babak kedua.(*)

Editor: nandrson
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved