Dua Kelompok Ini Bentrok, Kedutaan Besar Iran di Yaman pun Terbakar

Kedubes itu terletak di dekat dengan istana kepresidenan dan dekat dengan kediaman salah satu putra Saleh, di barat daya Sanaa.

Dua Kelompok Ini Bentrok, Kedutaan Besar Iran di Yaman pun Terbakar
AFP/Mohammed Huwais via kompas.com
Asap mengepul dari balik gedung di Sanaa, Yaman, pada Minggu (3/12/2017), saat bentrokan terjadi antara kelompok Houthi dan pendukung mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh. 

TRIBUNBATAM.ID, SANAA - Kebakaran melalap kedutaan besar Iran di Sanaa, Yaman, pada Minggu (3/12/2017).

Itu terjadi akibat bentrokan antara kelompok Houthi dan loyalis mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.

Kedubes itu terletak di dekat dengan istana kepresidenan dan dekat dengan kediaman salah satu putra Saleh, di barat daya Sanaa.

Dilansir dari Xinhua, api meluas ketika kedutaan diserang dengan senjata berat, dengan 20 staf kedutaan yang terjebak di dalam gedung tersebut.

Sebanyak lebih 100 mayat terlihat memenuhi jalanan menuju kompleks diplomatik di area Hadda.

Baca: Jokowi Pilih Marsekal Hadi Tjahjanto Gantikan Panglima TNI Gatot. Inilah 5 Fakta Tentangnya

Seorang pejabat dari Houthi mengatakan, setidaknya 200 orang militan dari kedua pihak yang bertikai telah terbunuh, dan masih banyak lagi orang yang terluka dalam bentrokan di dekat kedutaan besar Iran itu.

Kedubes tersebut berada di dataran tinggi yang dikuasai oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran, di mana koalisi pimpinan arab Saudi melancarkan serangan udara sebanyak lima kali pada Sabtu (2/12/2017) tengah malam waktu setempat.

Saluran televisi Al Arabiya di Saudi melaporkan koalisi tersebut telah menyerang dataran tinggi untuk mendukung pasukan loyalis Saleh, yang memerangi kelompok Houthi di Sanaa.

Pemimpin Houthi, Abdul Malek Al Houthi, menuduh Saleh telah mengkhianati dan bersumpah untuk terus berjuang melawan koalisi pimpinan Saudi.

Baca: Kisah Masri, Pawang Buaya yang Punya Magis di Bintan. Kini Dia Merawat Lolong dan Silong

Bentrokan pada Minggu (3/12/2017) berkecamuk selama berjam-jam, setelah kelompok Houthi mengklaim telah melepaskan rudal jelajah jarak jaug ke reaktor nuklir Barakah, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

"Rudal tersebut mencapai sasaran secara akurat di Abu Dhabi," kata seorang perwira militer Houthi.

Namun, UEA menyangkal klaim Houthi, dan menyatakan negaranya aman dari serangan rudal. (kompas.com/Veronika Yasinta)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved