Motion
Ingin Jadi Atlet MMA di Tanjungpinang? Begini Caranya
WTFC dibangun untuk mengembangkan olahraga MMA. Karena menurutnya, MMA di Tanjungpinang belum populer.
WALLIE Teo Fighter Camp (WTFC) adalah kominitas atau perkumpulan para petarung yang berada di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepri.
Komunitas ini berdiri sejak 6 September 2017 lalu. Meskipun masih tergolong belia, namun sebenarnya sepak terjang para pegiatnya sudah sampai kelas nasional bahkan internasional.
Ketua Umum WTFC, Wallie menjelaskan awalnya WTFC didirikannya bersama empat orang lainnya yakni Robert, Novi, Robin dan Amir.
"Teman-teman yang lain juga mendukung pendirian WTFC ini," katanya saat ditemui di Sekretariat WTFC berada di Jalan Tambak, Pelantar Datuk M Idris.
Wallie juga merupakan atlet MMA ini menjelaskan WTFC dibangun dengan tujuan untuk mengembangkan olahraga MMA. Karena menurutnya, MMA di Tanjungpinang belum populer.
"WTFC juga dibentuk untuk memobilisasi para petarung untuk bisa ikut MMA dan kita juga menjaring bibit atlet generasi muda," katanya.
Soal prestasi tak diragukan lagi. Atlet WTFC sudah berkali-kali mengikuti kompetisi dan meraih prestasi . Adapun sejumlah medali yang berhasil diraih adalah empat medali emas dan lima perak di ajang kejuaraan Muay Thai di ajang Tanggerang Muay Thai Championship.
Baca: Serunya Nyantai di Taman Gajah Mada, Bisa Jogging Atau Refleksi Kaki
Baca: Berbagi Ilmu dan Berkreasi Bersama Menghasilkan Bonsai Indah
Baca: Messy Hairstyle, Jurus Ampuh Tampil Sempurna dalam Sekejap
Kemudian dua emas di ajang One Pride, 1 emas diajang rood to one pride di Batam. Aer Puteh MMA mendapatkan dua emas.
"Tiga perak di boxing Singapura dan tiga emas di URCC di Philipina," kata Wallie seraya berharap, 5 atlet WTFC bisa masuk ke one pride untuk bertarung. Karena saat ini baru tiga orang. (*)
Kenalkan Tanjungpinang Lewat Olahraga
WTFC sebenarnya secara langsung dinilai sudah membantu mempromosikan daerah dalam hal ini Tanjungpinang di kancah nasional.
Di antaranya melalui ajang One Pride. Sebelum pertandingan, ia yang juga atlet MMA peraih medali emas di ajang One Pride ini, mempromosikan kearifan lokal dengan berpantun. Dengan berpenampilan menggunakan tanjak, serta lagu pengantar dengan lagu melayu.
"Kita bisa membawa nama Tanjungpinang di ajang nasional dan internasional," katanya seraya mengatakan WTFC sendiri memiliki 7 orang atlet, dan tiga diantaranya sudah profesinal dan terlah mengikuti One Pride. (*)
Umur 8 Tahun Boleh Gabung Akademi
WTFC, juga membuka pelatihan atlet beladiri muay thai dan wushu. Selain anggota komunitas, masyarakat umum juga bisa ikut bergabung. Untuk itu, dia pun membuka pendaftaran bagi siapa saja yang berminat.
"Cukup registrasi dan bayar uang pendaftaran serta uang bulanan akan kita latih. Kita punya metode untuk melatih anak yang berbakat. Sejak umur 8 tahun juga sudah bisa bergabung," kata Wallie.
Dia berharap, WTFC bisa menjadi sarana generasi muda untuk berkarya dan berprestasi dalam hal-hal positif. "WTFC sebagai wadah menyalurkan bakat," katanya.
Bahkan ke depan dia bercita-cita mendirikan sekolah atau akademi MMA melalui WTFC. Selain itu, ke depan dia juga akan mengadakan even olahraga di luar pelatihan untuk mengangkat nama kota Tanjungpinang.
Wallie juga berharap pemerintah lebih bisa melakukan pembinaan atlet MMA di Kota Tanjungpinang sejak dari pembibitan.
"Jangan sudah berprestasi baru diperhatikan. Jadi supaya Tanjungpinang lebih dikenal dengan identitas budayanya, setidaknya pemerintah membantu alat kelengkapan pelatihan," katanya.
Saat ini, WTFC beranggotakan 50 orang, baik atlet maupun penghobi atau pencinta olahraga MMA. Karena selain menjadi tempat pelatihan, WTFC juga meupakan tempat berkumpul dan mempererat jalinan persaudaraan dan kekeluargaan. (*)
Bukan Beladiri Penuh Kekerasan
AWAY adalah satu di antara beberapa pengurus WTFC. Dia merupakan penggemar beladiri. Dia melihat MMA belum berkembang di masyarakat Tanjungpinang.
Oleh karena itu dia pun bergabung dengan WTFC untuk memperkenalkan MMA kepada masyarakat.
"Orang lihat MMA olahraga keras, tapi sebenarnya tidak sekeras itu, ada seninya," katanya.
Dia pun mengajak kepada anak-anak muda untuk bersama-sama bergabung dalam kegiatan positif si WTFC.
"Yang saya rasakan organisasi ini sudah seperti keluarga. Karena memang rasa kekeluargaannya tinggi. Kita juga bisa menambah pengetahuan di bidang bela diri dan bisa olahraga badan bisa sehat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/motion_mma_20171211_201617.jpg)