Breaking News:

Kisah Charles Jenkins, Tentara AS yang Membelot ke Korea Utara. Apakah Kisahnya Penuh Kebahagiaan?

Charles Jenkins, satu dari sedikit personel militer AS yang membelot ke Korea Utara. Apakah kisahnya penuh kebahagiaan?

Editor:
Yoshikazu TSUNO / AFP via kompas.com
Charles Jenkins saat meluncurkan buku memoarnya pada 2008. 

TRIBUNBATAM.ID, TOKYO - Charles Jenkins, satu dari sedikit personel militer AS yang membelot ke Korea Utara.

Dia meninggal dunia di Jepang dalam usia 77 tahun.

Berasal dari Carolina Utara, Jenkins berpangkat sersan dan bertugas bersama Divisi Kavaleri Ke-1 AD Amerika Serikat di perbatasan kedua Korea saat dia membelot pada Januari 1965.

Kepada para interogatornya, Jenkins mengatakan, dia khawatir patroli malam unitnya akan memprovokasi respon Korea Utara atau dia akan dikirim ke Vietnam.

Dikenal sebagai peminum berat saat tak bertugas, Jenkins kemudian menjadi depresi dan yakin dia akan diserahkan kepada Uni Soviet setelah menyeberang ke Korea Utara.

Baca: WAH Singapura Luncurkan Penyewaan Mobil Listrik untuk Umum. Lihat Video Teknis Penggunaanya!

Dia kemudian dikembalikan ke Amerika Serikat sebagai bagian dari pertukaran tahanan selama Perang Dingin.

"Saya tahu saat itu saya tak berpikiri jernih dan banyak keputusan saya tak masuk akal jika dilihat saat ini. Namun, satu itu ada alasan logis yang membuat perbuatan saya tak terhindarkan," kaya Jenkins dalam buku memoarnya "The Reluctant Communist: My Desertion, Court-martial, and 40-year Impronment in North Korea".

Begitu menyeberang perbatasan, Jenkins langsung mendapat pelecehan dan dia ditahan di sebuah ruangan bersama tiga pembelot asal AS lainnya selama delapan tahun.

Jenkins dan ketiga orang lainnya dipaksa menghapal buku ideologi karya Kim Il Sung, pendiri Korea Utara.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved