Breaking News:

Amerika Melunak dan Siap Berdiskusi tanpa Syarat dengan Korea Utara. Kemunduran Diplomasi AS?

Amerika Serikat ( AS) menyatakan siap untuk berdiskusi dengan Korea Utara ( Korut) "tanpa prasyarat" apapun.

Editor:
AFP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON DC - Amerika Serikat ( AS) menyatakan siap untuk berdiskusi dengan Korea Utara ( Korut) "tanpa prasyarat" apapun.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dalam forum Dewan Atlantik Selasa (12/12/2017).

Sejak di bawah kepemimpinan Kim Jong Un pada 2011, Korut begitu aktif mengembangkan senjata yang membuat dunia khawatir.

Puncaknya sepanjang 2017, Pyongyang melakukan serangkaian uji coba senjata pamungkasnya.

Diawali dengan senjata termonuklir, atau bom hidrogen, di situs Punggye-ri 3 September.

Kemudian yang terbaru adalah peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) jarak jauh, Hwasong-15, yang diklaim mampu menghantam daratan utama AS.

Dilansir kantor berita AFP, Tillerson menyatakan dia terus meminta para pemimpin dunia untuk mengisolasi Korut dengan berbagai sanksi, baik ekonomi maupun militer.

Namun, politisi 65 tahun itu melanjutkan, AS siap untuk duduk semeja dengan Korut dalam usaha untuk denuklirisasi.

Adapun "tanpa prasyarat" yang diucapkan oleh Tillerson merujuk kepada anggapan Washington hanya mau bernegosiasi jika Korut bersedia menghapus program nuklirnya.

"Sangat tidak realistis mengatakan kami hanya akan berdiskusi jika mereka (Korut) datang dan siap menyerahkan senjatanya. Mereka sudah berinvestasi sangat banyak di sana," ujar Tillerson.

Sementara jurubicara Gedung Putih, Sarah Sanders, dalam konferensi pers menyatakan uji coba Korut tidak hanya menaikkan ketegangan di antara negara tetangga seperti China, Jepang, ataupun Korea Selatan.

"Namun juga seluruh dunia. Terlebih bagi bagi masyarakat Korut sendiri," kata Sanders.

Analis di Washington menyatakan, retorika Tillerson dipandang sebagai kemunduran.

"Seharusnya AS tetap berpegang teguh untuk tidak menggelar diskusi sampai ada kepastian Korut tidak akan melanjutkan program nuklirnya," kata Anthony Ruggiero, pakar sanksi dari Yayasan Pertahanan Demokrasi. (kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved