Akibat Gempa, Air Laut Cipatujah Mulai Surut, Warga Diimbau Jauhi Pantai Hindari Potensi Tsunami

Daerah pantai Cipatujah air laut mulai surut, masyarakat semuanya diimbau menjauhi semua pantai untuk menghindari potensi tsunami.

Akibat Gempa, Air Laut Cipatujah Mulai Surut, Warga Diimbau Jauhi Pantai Hindari Potensi Tsunami
TRIBUNBATAM/ANDRIANI
Pantai Boneta. Foto hanya sebagai ilustrasi berita. 

TRIBUNBATAM.ID, GARUT - Mengantisipasi adanya korban jiwa akibat gempa bumi, Basarnas Jabar melalui Koordinator Humas, Joshua Banjarnahor mengimbau agar masyarakat menjauhi pesisir pantai.

"Khusus masyarakat sekitar pantai selatan Jawa Barat, agar menjauhi pantai. Jika potensi Tsunami sudah berakhir, akan kami infokan selanjutnya," kata Joshua Banjarnahor, Sabtu (16/12/2017) dinihari.

Info yang beredar menjelaskan bahwa, daerah pantai Cipatujah air laut mulai surut.

Maka Joshua mengatakan agar masyarakat semuanya untuk menjauhi semua pantai untuk menghindari potensi tsunami.

Terdapat beberapa kali gempa susulan di sepanjang pantai selatan, Garut hingga Cilacap.

"Info dari radio RPU Cikuray, di daerah Cipatujah, air laut mulai surut," kata Joshua Banjarnahor.

Gempa bumi mengguncang hampir seluruh wilayah di Jawa Barat, Jumat (15/12/2017) sekira pukul 23:47 WIB.

Gempa tersebut diperkirakan berkekuatan 6,9 SR yang berpusat di laut 43 Kilometer Barat Daya, Kabupaten Tasikmalaya.

"Titik gempa ada dua, di Sukabumi dan Tasikmalaya. Tim Rescue dan potensi SAR telah dipersiapkan di Tasikmalaya, Pangandaran dan Garut," kata Koordinator Humas SAR Bandung Joshua Banjarnahor.

Pihak penyelamat dan pihak terkait lainnya sedang melakukan pemantauan di lapangan.

SAR sudah berkoordinasi dengan pihak BMKG dan pihak lainnya.(tribun jabar/Daniel Andreand Damanik)

Editor:
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved