Breaking News:

Kenapa Harus Ada Bimbingan Pra-Nikah? Ternyata Ini Alasannya

Untuk mengarungi kehidupan berumahtangga, diperlukan kematangan, baik secara fisik, mental maupun pengetahuan yang cukup

TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Proses pembekalan pra-nikah di kantor Kemenag Batam 

TRIBUNBATAM.id BATAM - Bimbingan pra nikah dianggap penting karena awal terbinanya kehidupan rumah tangga sangat bergantung pada pembekalan awal sebelum calon pengantin melangsungkan pernikahan.

Tujuannya adalah untuk mempertinggi mutu perkawinan dengan mewujudkan keluarga sakinah menurut ajaran Islam.

“Tidak sekadar mengakui keabsyahan secara administrasi, tetapi bertanggungjawab moral agar mempelai berdua memiliki bekal yang cukup dalam memasuki gerbang berumah tangga,” kata Kepala Kemenag Kota Bata, H Erizal, Minggu (17/12/2017).

Baca: Hanya Sampai 21 Januari 2018. Imigrasi Batam Buka Layanan e-Pasport di Kepri Mall. Catat Jadwalnya

Baca: Arus Mudik Natal dan Tahun Baru Mulai Terlihat di Bandara Hang Nadim Batam

Baca: Gubernur Kepri Nurdin Basirun : Jangan Pernah Bosan Lakukan Kebaikan

H. Erizal mengatakan, perkawinan merupakan ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia.

Untuk mengarungi kehidupan berumahtangga, diperlukan kematangan, baik secara fisik, mental maupun pengetahuan yang cukup.

Di sanalah diperlukan adanya bimbingan khusus, yaitu bimbingan yang diberikan kepada calon mempelai, sebagai bekal memasuki kehidupan baru tersebut.

“Proses bimbingan pranikah dilakukan selama dua hari, mewajibkan calon pengantin mengikuti persyaratan yang telah ditentukan KUA yaitu mendaftar, mengisi formulir dan melengkapi administrasi pelaksanaan pernikahan”, ungkapnya.

H Erizal dalam pesannya kepada sekitar 23 pasangan para calon pengantin hari Minggu, jika sudah berumah tangga nanti sebaiknya di jaga dengan sebaik mungkin serta binalah rumah tangga itu dengan berdasarkan syariat islam agar dapat membentuk keluarga sakinah mawaddah warohmah.

Selanjutnya, beliau menambahkan ada 4 cara agar keluarga bisa awet dan utuh yaitu landasi rumah tangga dengan ajaran Islam, saling menghargai dan memberikan kasih sayang, memelihara kepercayaan terhadap pasangan, dan selalu mensyukuri baik terhadap pasangan maupun rezeki yang di dapatkan.

“Dengan adanya pembekalan dasar ilmu agama lewat penasehatan pra nikah ini, diharapkan dapat terciptanya keluarga yang bahagia dunia dan akhirat. Saat nanti memiliki anak menjadi anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua dan berguna bagi lingkungaannya,” katanya.(dra)

Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved