Sabtu, 25 April 2026

Bantai Seluruh Anggota Keluarga dan Kemudian Bunuh Diri, Pria Ini Tinggalkan Surat Wasiat Begini

Merasa depresi, seorang ayah tega membunuh seluruh anggota keluarganya dan kemudian ia bunuh diri.

Mirror
Alan Hawe (39) meninggalkan surat wasiat setelah ia membunuh istri serta anak-anaknya dan kemudian bunuh diri. 

TRIBUNBATAM.id -- Alan Hawe (39) meninggalkan sebuah surat sebanyak 3 halaman setelah ia membunuh seluruh anggota keluarganya dan bunuh diri di rumah mereka di County Cavan, Irlandia.

Surat tersebut berisi alasan mengapa ia nekat mengakhiri hidupnya dan keluarganya.

Dilansir dari Daily Mirror, Kamis (21/12/2017), ketiga anak Hawe, Liam (13), Niall (11), dan Ryan (6), ditemukan di tempat tidur masing-masing dengan tenggorokan mereka terpotong.

Sang istri, Clodagh (4), ditemukan tewas dengan luka tusukan di sofa ruang tengah.

Dalam suratnya, Hawe menulis ia telah berpikir untuk bunuh diri akhir-akhir ini.

Jenazah ketiga anaknya ditemukan di tempat tidur masing-masing dengan tenggorokan terpotong.
Jenazah ketiga anaknya ditemukan di tempat tidur masing-masing dengan tenggorokan terpotong. (Mirror)

Baca: Jebolan Indonesian Idol, Tampan dan Berkumis, Masih Ingat Dionysius Agung? Begini Kabarnya

Namun, Hawe tidak ingin anak-anaknya menjadi yatim.

Ia sudah merencanakan pembunuhan tersebut.

Meski merasa menyesal, Hawe menulis dalam surat tidak ada jalan lain yang bisa ia ambil.

"Percayalah padaku bahwa Clodagh dan anak-anak telah bahagia.

Aku ingin bunuh diri sejak lama dan aku tidak bisa membayangkan anak-anakku akan menjadi yatim. Aku tidak ingin Clodagh dan anak-anak dianggap keluarga yang tidak sempurna jika aku bunuh diri.

Semua hal aku lakukan secara alami. Tapi, aku merasa ada yang tidak beres dalam diriku. Kalian tidak pernah benar-benar mengenal siapa diriku.

Tuhan memberkati kalian semua, jangan menyerah pada kehidupan hanya karena aku. Jadilah orang yang baik untuk keluarga kalian.

Aku minta maaf untuk semua ini. Tolong kremasi dan buang aku ke laut. Jangan kuburkan aku bersama keluargaku," tulis Hawe dalam suratnya.

Pengadilan menetapkan bahwa kematian Clodagh dan anak-anaknya telah dibunuh secara tidak sah.

Selain itu, pembunuhan yang dilakukan Hawe telah diperkirakan dan direncanakan sebelumnya.

Alan Hawe membunuh sang istri (kanan) dengan cara menusuknya hingga tewas.
Alan Hawe membunuh sang istri (kanan) dengan cara menusuknya hingga tewas. (Mirror)

Baca: Tentara Korea Utara Nekat Membelot Lagi di Area Berbahaya, Kabur di Tengah Kabut Tebal

Baca: Masih Ingat Nadya Suleman yang Lahirkan 8 Bayi Kembar? Sempat Hidup Susah. Begini Kondisinya Kini

Kerabat Clodagh mengungkapkan Hawe melakukan itu semua karena pernikahannya di ambang perpisahan.

Hasil penyelidikan menyebutkan Hawe sering merasa terganggu, depresi, dan sakit parah beberapa bulan sebelum memutuskan bunuh diri.

Ibu Clodagh, Mary Coll, menyebutkan Hawe menyerang istri dan anak tertuanya dulu karena ia merasa khawatir mereka akan melawan.

"Sudah jelas bukti yang diajukan saat pemeriksaan bahwa Clodagh dan anak-anaknya terbunuh secara berurutan. Hawe juga mengeksekusi mereka sedemikian rupa supaya tidak bisa berteriak minta tolong," jelas pengacara ibu Clodagh, Liam Keane.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved