Cegah Virus Difteri Masuk ke Anambas, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan

"Ini Insya Allah akan dilakukan pada bula Agustus dan September 2018 mendatang. Usianya dari anak-anak hingga umur 15 tahun," ungkapnya

Cegah Virus Difteri Masuk ke Anambas, Ini yang Dilakukan Dinas Kesehatan
Kenali Difteri 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Munculnya kasus difteri di Tanjungpinang, menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana Kabupaten Kepulauan Anambas.

Tidak ingin kecolongan, Dinas Kesehatan langsung melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi agar penyakit yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan ini tidak sampai masuk ke Anambas.

"Informasinya sudah masuk ke Provinsi Kepri. Tentunya ini menjadi perhatian kami. ‎Langkah pencegahan serta antisipasi sudah kami lakukan, salahsatunya dengan melakukan imunisasi secara rutin," ujar Herianto, Kepala OPD tersebut Kamis (21/12/2017).

Baca: GOJEK Tak Hanya Layani Penumpang dan Barang tapi Juga Produk Pertamina

Baca: BREAKINGNEWS. Diterjang Angin Kencang, Bagian Dermaga Apung Pelabuhan di Bintan Ini Ambruk

Baca: Ada yang Penasaran Agama Anaknya. Farah Quinn Posting Video Ini Sebagai Jawabannya

Ia menambahkan, meski mengaku belum ada arahan tertulis untuk kasus difteri ini, namun pihaknya tidak ingin kecolongan kasus ini ditemukan di Anambas. ‎

Tidak hanya untuk difteri, pihaknya pun saat ini tengah gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk imunisasi vaksin untuk mencegah virus Rubela.

"Ini Insya Allah akan dilakukan pada bula Agustus dan September 2018 mendatang. Usianya dari anak-anak hingga umur 15 tahun," ungkapnya.

‎Langkah pencegahan akan masuknya penyakit yang kian mewabah di Indonesia ini pun, juga disampaikan Bupati Anambas, Abdul Haris.

Saat memberikan sambutan kepada masyarakat Palmatak di aula Desa Tebang Rabu (20/12/201), Haris mengajak masyarakat untuk mensukseskan program pencegahan masuknya virus tersebut ke Anambas.

"Yang punya anak dan cucu, karena imunisasi vaksin pakai suntik, akibatnya nanti ada demam. Saya meminta agar masyarakat ikut program ini.

Kalau sudah parah, penyakit ini bukan tidak mungkin bisa mematikan. Di salahsatu daerah terjadi itu (terjangkit virus,red). Karena tak mau divaksin dengan alasan vaksin haram," ungkapnya.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved