Kementrian Pertahanan Amerika Serikat Digugat Tiga Kotanya Sendiri Gegara Kegagalannya

Tiga kota di Amerika Serikat, New York, Philadelphia, dan San Francisco menggugat Kementerian Pertahanan karena kegagalannya.

Kementrian Pertahanan Amerika Serikat Digugat Tiga Kotanya Sendiri Gegara Kegagalannya
Mariordo Camila Ferreira & Mario Duran
Kantor Kementerian Pertahanan AS yang lebih dikenal dengan nama Pentagon. 

TRIBUNBATAM.ID, NEW YORK - Sejumlah kota di Amerika Serikat menggugat Kementerian Pertahanan karena gagal memberikan laporan catatan kriminal seseorang secara akurat di basis data federal.

Padahal laporan itu penting sebagai dasar yang digunakan untuk syarat pembelian senjata api.

Dilansir dari CNN, Selasa (26/12/2017), gugatan yang diajukan oleh kota-kota seperti New York, Philadelphia, dan San Francisco itu terkait dengan penembakan massal di Gereja Baptis Pertama, Sutherland Springs, Texas.

Seorang pria bersenjata yang diidentifikasi bernama Devin Patrick Kelley (26) memiliki catatan kriminal berupa kekerasan dalam rumah tangga.

Baca: Usianya Baru 5 Tahun tapi Sudah 2 Kali Jadi Korban Penembakan, Bahkan Rahangnya Pernah Hancur

Baca: Penembakan Massal Terjadi Lagi di AS dan Tewaskan 4 Orang. Nasib Pelaku pun tak Kalah Tragis

Namun, ketika dia masuk ke Angkatan Udara, aksi kejahatannya itu tidak tercatat dalam sistem pemeriksaan latar belakang pidana nasional (NICS).

Dengan begitu, Kelley mudah membeli atau memiliki senjata.

Pada 2016, dia bisa membeli senapan Ruger AR-556 yang diduga digunakannya dalam penembakan di Texas, yang menewaskan 26 orang.

Dalam dokumen di pengadilan, ketiga kota itu berpendapat mereka berhak menuntut karena memiliki tanggung jawab dan kegiatan pemerintahan yang bergantung pada integritas dan kelengkapan data NICS.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved