Terlibat Pengembangan Nuklir, Dua Pejabat Korea Utara Kena Sanksi Amerika Serikat

Pemerintah Amerika Serikatmenjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat Korea Utara terkait pengembangan rudal balistik.

Terlibat Pengembangan Nuklir, Dua Pejabat Korea Utara Kena Sanksi Amerika Serikat
@StratSentinel/Twitter
Kim Jong Un menginspeksi rencana penembakan atau serangan rudal balistik Korut ke Guam, wilayah AS di Pasifik, Senin (14/8/2017). Bersama dengan para perwira tinggi militernya, Kim Jong Un memeriksa jarak antara Korut dan Guam, serta jalur yang dilintasi rudal. Namun, akhirnya ia menunda rencana serangan rudal ke Guam tersebu 

TRIBUNBATAM.ID, WASHINGTON DC - Pemerintah Amerika Serikatmenjatuhkan sanksi terhadap dua pejabat Korea Utara terkait pengembangan rudal balistik, pada Selasa (27/12/2017).

Dilansir dari AFP, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan mengatakan kedua petinggi tersebut telah dimasukkan dalam resolusi Dewan Keamanan PBB yang baru memberlakukan sanksi terhadap Korea Utara.

"Kementerian menargetkan para pemimpin program rudal balistik Korea Utara, sebagai kampanye penekanan maksimal untuk mengisolasi Korea Utara, dan mencapai Semenanjung Korea yang sepenuhnya bebas dari nuklir," katanya.

Baca: Sanksi Baru Dijatuhkan ke Korea Utara, dari Pengurangan Bensin 90% sampai Suruh Pulang Warganya

Baca: Seperti Tak Hiraukan Sanksi Baru dari PBB, Korea Utara Bersiap Luncurkan Satelit Kwangmyongsong-5!

Kedua petinggi yang dimaksud oleh Mnuchin adalah Kim Jong Sik dan Ri Pyong Chol.

Kim Jong Sik merupakan tokoh kunci dalam pengembangan rudal balistik Korea Utara, termasuk upaya untuk beralih menggunakan bahan cair ke bahan bakar padat.

Sementara, Ri Pyong Chol dilaporkan terlibat dalam pengembangan rudal balistik antarbenua milik Korea Utara.

Kepemilikan properti dan kepentingan apapun di properti di dalam yurisdiksi AS, dan transaksi orang-orang AS yang melibatkan keduanya merupakan hal yang dilarang.

Pengumuman sanksi tersebut dikeluarkan saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menlu AS Rex Tillerson mengadakan pembicaraan melalui sambungan telepon untuk membahas program nuklir Korea Utara.

"Kedua belah pihak memiliki pendapat sama bahwa proyek rudal nuklir Korea Utara melanggar peringatan Dewan Keamanan PBB," tulis kementerian luar negeri Rusia. (kompas.com/Veronika Yasinta)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved