Roket Rusia Senilai Rp 610 Miliar Gagal Diluncurkan Gegara Salah Koordinat

Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, menyatakan satelit senilai 2,6 miliar rubel atau setara dengan Rp 610,9 miliar gagal diluncurkan.

Roket Rusia Senilai Rp 610 Miliar Gagal Diluncurkan Gegara Salah Koordinat
AP via VOA
Roket Soyuz milik Rusia yang membawa satelit, berdiri di atas peluncur di Cosmopolitan Vostochny di dekat Uglegorsk, di Siberia timur, di wilayah Amur, Rusia, pada 27 April 2016. 

TRIBUNBATAM.ID, MOSCOW - Wakil Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin, menyatakan satelit senilai 2,6 miliar rubel atau setara dengan Rp 610,9 miliar gagal diluncurkan pada bulan lalu karena kesalahan program.

Dilansir dari VOA, Rabu (27/12/2017), badan antariksa Rusia, Roscosmos, bulan lalu telah kehilangan kontak dengan satelit cuaca bernama Meteor-M yang baru diluncurkan, setelah diluncurkan dari kosmodrom baru Rusia, Vostochny.

Ada 18 satelit kecil lainnya milik perusahaan riset, ilmiah, dan komersial dari Rusia, Norwegia, Swedia, Amerika Serikat, Jepang, Kanada, dan Jerman berada di roket yang sama.

Kepada saluran TV pemerintah, Rossiya 24, Rogozin mengatakan kegagalan tersebut disebabkan oleh kesalahan manusia.

Roket yang membawa satelit telah diprogram dengan koordinat yang salah. Roket telah diluncurkan dengan koordinat dari kosmodrom yang berbeda, di Baikonur, yang disewa Rusia dari Kazakhstan.

Baca: Lagi, Ada Bom Meledak di St Petersburg Rusia dan Melukai 10 Orang

Baca: FENOMENA ANEH! Kampung Halaman Presiden Rusia Dihujani Salju Warna Biru

"Roket itu benar-benar diprogram seolah-olah lepas landas dari Baikonur. Mereka tidak menempatkan koordinat yang tepat," ucapnya.

Vostochny tertelatak di hutan taiga yang lebat di wilayah Amur, merupakan lokasi peluncuran roket sipil pertama di Rusia.

(kompas.com/Veronika Yasinta)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved