Echa, Si Putri Tidur Indonesia Punya 9 Fakta yang Mencengangkan. Dia Pernah Tidur 13 Hari
'Si Putri Tidur Indonesia', Siti Raisa Miranda, atau yang akrab disapa Echa kembali tertidur lelap Rabu (3/1/2017) malam.
TRIBUNBATAM.ID, BANJARMASIN - 'Si Putri Tidur Banjarmasin', Siti Raisa Miranda, atau yang akrab disapa Echa kembali tertidur lelap Rabu (3/1/2017) malam.
Ini tidur terpanjang Echa setelah bangun dan beraktivitas normal sejak terbangun di November 2017 lalu.
Ayah Echa melalui akun instagramnya selalu mengupdate informasi terbaru tentang putrinya yang tertidur panjang.
Berikut fakta-fakta tentang Echa si Putri Tidur hasil rangkuman Banjarmasin Post Online (Tribunnews.com Network).
Echa si Putri Tidur dari Banjarmasin saat diundang ke acara Hitam Putih Trans 7. (instagram)
1. Sempat diduga mengalami syndrome Klein Levin
Syndrome Klein Kelvin atau putri tidur ini merupakan syndrome langka yang membuat seseorang tertidur lebih dari 20 jam.
Sejumlah tanda-tanda dari syndrome tersebut dialami oleh Echa.
Baca: Heboh! Siswi Berprestasi Ini Dijuluki Putri Tidur, Sudah 10 Hari Tidur Tanpa Bangun! Ini Kisahnya!
Bahkan si pengidap syndrome ini bisa saja mengalami bengong atau melamun dalam jangka waktu lama. Hal itu pun juga kerab Echa alami.
Menurut Wikipedia, Sindrom Kleine-Levin (KLS) adalah penyakit saraf yang langka dimana penderita tidak bisa mengontrol rasa kantuknya.
Penderita bisa tertidur selama berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan bisa berbulan-bulan, tergantung pada berapa lama penyakit itu muncul atau kambuh.
Penderita bisa bangun hanya untuk makan atau pergi ke kamar mandi.
Baca: TERUNGKAP Teman Pria Jennifer Dunn yang Sama-Sama Pesta Sabu. Ternyata Bukan Orang Jauh
Penderita bisa dibangunkan oleh orang lain, tetapi penderita selalu mengeluh merasa capek dan letih.
Ketika penderita bangun penderita bertingkah seperti anak kecil karena sebagian memorinya ingatannya terhapus pada saat penderita tertidur, banyaknya ingatan yang terhapus tergantung dari seberapa lama penderita tidur.
Dan penderita sensitif terhadap suara dan cahaya ketika bangun.
Penyakit ini kambuh tanpa peringatan. Sebagian penelitian di Amerika Serikat mempercayai penyebab penyakit KLS adalah mutasi gen atau DNA yang dibawa oleh orang tua penderita. Tetapi penyebab pasti KLS masih belum diketahui.
2. Tidur sesuai siklus semenjak kecelakaan
Semenjak kecelakaan tertabrak sepeda motor di tahun 2016 lalu dan kepalanya sempat terbentur aspal, Echa memang tidak langsung tertidur panjang.
Akan tetapi seminggu kemudian, dikatakan Ayahnya, Mulyadi, sikap Echa mulai berubah.
3. Pengobatan medis belum bisa sembuhkan Echa
Sebelumnya, pada tidurnya yang pertama di bulan Februari 2017 lalu, berbagai pengobatan medis hingga nonmedis telah dilakukan oleh orangtua Echa.
Akan tetapi hasilnya nihil, Echa masih saja tertidur dan ini merupakan tidur panjang Echa ke empat.
4. Pernah tidur hingga 13 hari dan bangun ingin makan Sop
Bangun-bangun dari tempat tidur di rumah sakit pascatidur panjang selama 13 hari, Echa sempat meminta ingin makan sop kepada mamanya.
Dimana saat itu dalam tidurnya ia telah bermimpi sedang makan sop.
5. Selalu merasa sakit badan sebelum mengalami tidur panjang
Sakit badan, hal itu lah yang diceritakan ayah Echa kepada Bpost online.
Ketika Echa mengalami tidur panjang, sebelumnya Echa selalu mengeluhkan bagian badannya yang sakit.
Mulai dari kepala hingga kaki semuanya sakit.
Akhirnya beberapa jam kemudian, ketika tidur, Echa pun langsung terlelap puluhan jam.
6. Sempat berhalusinasi melihat sosok berpakaian putih
Echa saat di Ruang RS Ulin, masuk karena sakit karena tidak bisa tidur, tidak makan selama 2 hari. Foto: facebook/moel ya lo ve
Pada tidur panjang Echa, ia sempat bercerita kepada orangtuanya kalau dia melihat sosok orang berpakaian putih. Padahal sosok tersebut tidak ada.
Sebelumnya pula setelah kecelakaan, dalam perhatian ayah Echa, Mulyadi, Echa seolah sering berhalusinasi bahkan kerab terlihat seolah kesurupan.
7. Ayah sebut Echa seolah malas bangun
Melihat kondisi Echa yang tidur puluhan jam, Ayah Echa menyebut siswa SMPN 15 Banjarmasin itu malam bangun.
Namun dalam situasi normal, Echa sangat mudah dibangunkan.
Bahkan ketika dimarahi agar lekas sekolah, Echa pun akan bangun.
Beda halnya ketika ia sudah mulai berada pada tidur panjang.
Jangankan marah atau suara nyaring, bahkan kontak fisik tak sanggup bangunkan Echa.
8. Atlet Dance
Ternyata remaja belia berusia 13 tahun ini merupakan atlet dance.
Sebelumnya, ia bahkan menjadi peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang diselenggarakan di Tanjung, Tabalong pada Oktober 2017 lalu.
Echa juga pecinta musik.
Ia sendiri saat ini telah menggeluti alat musik harmonika dan piano.
9. Keluarga pasrah
Mulyadi dengan setia menunggui Echa yang sedang tidur, Sabtu (21/10) malam. Foto: BANJARMASIN POST
Mau tidak mau, ayah Echa, Mulyadi hanya bisa bersabar atas kondisi Echa.
Namun ia juga tidak ingin anaknya terus-terusan mengalami tidur panjang karena akan berdampak pada sekolah Echa nantinya.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)