Dua Diagnosis Ini Bikin Sejumlah Pihak Yakin Donald Trump Alami Gangguang Jiwa

Mengapa banyak pihak kini semakin meragukan kesehatan jiwa Presiden AS Donald Trump?

Sinar Harian
Donald Trump 

Penurunan Daya Otak

Lepas dari dugaan NPD, buku berjudul Fire and Fury: Inside the Trump White House karya jurnalis Michael Wolf memicu pertanyaan apakah Trump mungkin mengalami penurunan daya kerja otak?

Kecenderungannya untuk mengulang-ulang kalimat dan cara berbicara Trump dijadikan patokan untuk mendukung pertanyaan tersebut.

Guna menjawab ini, sejumlah pakar syaraf membandingkan rekaman video Trump pada masa lalu dan masa sekarang. Mereka menemukan gaya berbicaranya telah berubah total.

Pada masa lalu, dia berbicara dengan kalimat panjang, rumit, serta diikuti pemikiran yang teratur dan kata sifat yang panjang.

Sedangkan pada masa kini, dia menggunakan kata-kata yang lebih pendek dan sedikit. Terkadang dia melompati kata, menceracau, dan cenderung menggunakan kata superlatif seperti "terbaik".

Sejumlah pakar menilai perilaku ini bisa jadi disebabkan kondisi syaraf, seperti Alzheimer, atau bisa juga gejala umur yang menua.

Mereka yang berpendapat bahwa Trump sengaja menyembunyikan penurunan daya kerja otaknya, merujuk sejumlah kejadian ketika dia tampak tidak mampu mengendalikan gerakannya secara penuh.

Salah satu contoh ialah pada Desember lalu, saat dia menyampaikan pidato dan, secara janggal, mengangkat gelas dengan kedua tangan.

Halaman
1234
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved