Bencana di Anambas! Warga Mengungsi ke Lantai Dua DPRD! Neha: Buku Baru Beli Basah Om!

Bencana di Anambas! Warga Mengungsi ke Lantai Dua DPRD! Neha: Buku Baru Beli Basah Om!

Bencana di Anambas! Warga Mengungsi ke Lantai Dua DPRD! Neha: Buku Baru Beli Basah Om!
Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman
Neha saat membersihkan buku yang suda bercampur lumpur di rumahnya Senin (15/1/2018). Sejumlah warga mengaku khawatir dengan adanya banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih memungkinkan untuk turunnya hujan 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-‎"Buku yang baru dibeli basah, Om," demikian kalimat yang keluar dari Neha. Siswi kelas enam di salahsatu sekolah dasar di Siantan ini, terlihat merapihkan buku yang berhasil ia selamatkan, meski sudah bercampur lumpur.

Sekilas, tidak ada raut muka khawatir dan cemas dari anak ini. Meskipun hujan lebat mengakibatkan air meluap hingga setinggi dada orang dewasa. Tingginya air ini bisa terlihat dari bekas air yang berada di dinding tembok di tempat tinggalnya.

Baca: Terapkan Aturan Baru, Gaji PNS di Tahun 2018 Bisa Tembus Rp 100 Juta Per Bulan! Ini Rahasianya!

Baca: Bencana Masih Mengintai Tambelan! Warga: Kondisinya Sekarang Ngeri-ngeri Sedap!

"Sepatu Na juga hilang. Ini pun tidak tahu sekolah masuk apa tidak," ujarnya lagi. Sembari tersenyum kecil mengenakan sandal karet yang ukuran serta warnanya tampak berbeda,

ia pun menceritakan bagaimana proses air meluap hingga menggenang di tempat tinggalnya di Jalan Imam Bonjol Kelurahan Tarempa Kecamatan Siantan, persis di depan kantor DPRD.

Sembari tersenyum pula, siswi berkulit sawo matang ini mengatakan kalau adik berikut barang-barang yang bisa diselamatkan telah berada

di salahsatu ruangan di lantai dua DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas. "Itu adik di DPRD, semalam kami pindah ke atas," ungkapnya.

Nur ibunda Neha mengaku masih khawatir dengan adanya banjir susulan. Terlebih, dengan awan gelap yang masih menyelimuti Tarempa. Ia menceritakan, ‎hujan lebat mulai terjadi sekitar pukul sembilan malam.

Sempat berada di belakang rumah, ia baru mengetahui ketika adik laki-lakinya meminta ia untuk berkemas-kemas barang.

"Air perlahan seingat saya. Mulai dari semata kaki, pelan-pelan kok naik. Air meluap dari arah lapangan bola sampai ke arah kantor Bupati. Saking besarnya air itu kulkas saya sampai bergeser sekitar satu meter. Dinding triplek pun sampai rusak dihantam air yang meluap itu," ungkapnya.

Ia pun hanya bisa pasrah dengan kondisi yang menimpa dirinya. Ia hanya berharap, kulkas berikut dokumen penting lain miliknya dapat diperbaiki dan berfungsi normal. "Kulkas ini belum tahu saya bisa menyala atau tidak.

Sebab listrik masih padam‎. Ini dokumen anak-anak pun basah, entah bisa diganti atau tidak. Sebab, hanya bisa selamatkan sebisanya saja," ungkapnya.

Selain mulai membersihkan rumah paska banjir, ‎listrik untuk di Tarempa mulai kembali menyala sekitar pukul empat sore. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved