Tak Hanya Jual Istri Cantiknya, Hen Juga Tidur di Kamar Tempat Istrinya Berhubungan dengan Pria Lain

Suami berinisial HEN (33) ini tertangkap basah sedang menjual istrinya di Jalan Tanjung dekat Stasion Poncol Kota Semarang.

Tak Hanya Jual Istri Cantiknya, Hen Juga Tidur di Kamar Tempat Istrinya Berhubungan dengan Pria Lain
tribun jateng
ELS dan suaminya, HEN 

Akhirnya HEN mengakui bahwa dia antar jemput dari Kaliwungu Kudus ke Kota Semarang hampir tiap malam.

Baca: Awalnya Jadi Pelanggan, Lalu Jatuh Cinta dan Nikah. Kini Istrinya Dibiarkan Jadi PSK Lagi

HEN mengaku keseharian membuka jasa tambal ban namun tak cukup untuk menafkahi istrinya.

Apalagi pasangan ini punya cicilan motor, yaitu sepeda motor ELS yang digunakan untuk wira-wiri.

HEN mengaku,"Saya tak mampu menafkahi. Mungkin dengan cara saya menjaga dia saat jual diri bisa menebus dosa saya sebagai suami."

Tiap malam, HEN dan ELS mangkal di Jalan Tanjung.

Mereka selalu membawa buku nikah. Gunanya, untuk mengelabui petugas maupun penting digunakan saat akan check in di hotel.

Pasangan itu berasal dari Kabupaten Kudus.

Baca: Butuh Pekerjaan, Sandra Ditawari Kerja di Singapura dan Malaysia. Sampai Sana Ternyata Jadi PSK

Mereka melaju Semarang-Kudus setiap hari.

"Kalau capek saya tidur di hotel tempat istri tidur dengan pria lain. Jadi, gantian kalau dia (laki-laki hidung belang) selesai," beber pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara itu.

Mau tau tarif booking cewek cantik, istri Hen?

Besaran tarif ELS, lumayan tinggi yaitu untuk short time (ST) berhubungan badan Rp 300 ribu belum termasuk ongkos hotel.

Dalam semalam, ELS bisa mengantongi sekitar Rp 700 ribu.

Baik Hen maupun ELS digelandang ke kantor Satpol PP Kota Semarang di Jalan Ronggolawe Barat, Gisikdrono, Semarang Barat.

Kabid Ketertiban Umum dan Kententraman Masyarakat Satpol Kota Semarang, Martin Stevanus Dacosta mengatakan, giat razia penyakit masyarakat atau pekat kategori PSK dilakukan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda) Kota Semarang nomor 5 tahun 2017 tentang ketertiban umum.

"Mereka kena Tipiring (tindak pidana ringan) serta wajib sidang," jelas Martin. (tribunjateng/daniel ari purnomo)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved