Pemerintah Terapkan Sistem Satu Data. Mendagri: Data Pemilih Diambil dari Dinas Kependudukan

Sampai akhir Desember 2017, penduduk Indonesia 261.142.345 jiwa, yang sudah melakukan perekaman 97,4 persen dan tinggal 2,6 persen

Pemerintah Terapkan Sistem Satu Data. Mendagri: Data Pemilih Diambil dari Dinas Kependudukan
TRIBUNBATAM/ZABUR A
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjendukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus berkomitmen data kependudukan menjadi satu data untuk semua keperluan.

"Jadi cukup satu data saja. Imigrasi perlu data hanya lihat di Disdukcapil. Begitu juga dengan bank, untuk melihat data nasabah ya cukup melihat NIK (nomor induk kependudukan). Dengan NIK, data setiap penduduk bisa diketahu," kata Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh dalam Rakornas I Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berlangsung di Hotel Harmoni One, Kamis (8/2/2018).

Zudan mengatakan dengan tema Gerakan Indonesia Sadar Aminduk (#GISA) Menuju Sukses Pilkada 2018 dan Pemilu 2019, diharapkan juga kesadaran masyarakat untuk melakukan perekaman data diri di Disdukcapil.

Baca: Kunjungan Edukasi Siswa PAUD Nurul Huda ke Tribun Batam; Ingin Tahu Profesi Wartawan

Baca: SUNGGUH MEMILUKAN! Demi Bayar Mas Kawin, Pria Ini Curi Satu Ginjal Istrinya Sendiri

Baca: INILAH 10 Orang Terkaya di Dunia Berdasarkan Kepemilikan Bitcoin. Nomor 1 Ternyata Pemilik Ripple

"Sampai akhir Desember 2017, penduduk Indonesia 261.142.345 jiwa, yang sudah melakukan perekaman 97,4 persen dan tinggal 2,6 persen. Program satu data ini juga harus didukung penduduk Indonesia sengan sadar mau melakukan perekemanan," katanya.

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahyo Kumolo mengatakan dalam struktur di pemerintahan Dinas Kependudukan (Disdukcapil) menjadi dinas yang tidak diperhatikan.

"Padahal semua data ada di Disdukcapil. Dan Dinas inilah yang mengantur semua data setiap penduduk dari mulai lahir sampai yang bersangkut meninggal dunia," katanya.

Untuk itu menurut Tjahyo Disdukcapil inilah yang menentukan data pemilih untuk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Namun saat ini Disdukcapil jarang menjadi dibas utama dari kepala daerah.

"Memasuki tahun politik, kita berharap semua data kependudukan ke depannya tidak bermasalah. Karena melalui data dari Disdukcapil inilah nantinya menjadi data bagi KPU untuk mengetahui jumlah pemilih.

Jadi kalau datanya salah ya sudah tentu akan masalah dalam Pilkada dan Pemilu," katanya. (bur)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved