Pengungsi Mengaku Myanmar Sengaja Bikin Rakyat Rohingya Kelaparan. 'Kami Dilarang Bekerja'

Pengungsi Rohingya menceritakan bagaimana pemerintah Myanmar membuat keluarganya kelaparan secara bertahap.

Pengungsi Mengaku Myanmar Sengaja Bikin Rakyat Rohingya Kelaparan. 'Kami Dilarang Bekerja'
Associated Press
Anak-anak perempuan Rohingya mengantre untuk mendapatkan air di kamp-kamp pengungsi di Teknaf, Bangladesh, pada Desember 2016. Anak perempuan Rohingya terpaksa menikah di usia dini demi mendapat jatah bantuan makanan. 

Pembatasan pemerintah terhadap akses ke Rakhine diyakini membuat banyak orang hidup tanpa makanan.

Komite Palang Merah Internasional yang berbasis di Yangon menyebutkan sudah ada bantuan makanan ke lebih dari 180.000 orang ke Rakhine.

Program Pangan Dunia (WFP) juga menyatakan telah diberi akses pada Desember 2017 dan Januari 2018 ke lokasi tempat tinggal etnis Rohingya, pertama kali sejak Agustus 2017.

Pembantai, pemerkosaan, dan penghancuran desa oleh militer Myanmar di Rakhine memaksa hampir 700.000 warga etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh.

Militer mengklaim operasi tersebut merupakan pembalasan atas serangan militan Rohingya pada 25 Agustus 2017. (kompas.com/Veronika Yasinta)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved