Mellennial
Ini Dia Rahasia Sukses Jadi Freelancer. Ingin Tahu?
Di era media sosial seperti saat ini, berperan sebagai seorang freelancer menjadi lebih mudah.
MENJADI seorang freelancer belakangan ini makin diminati kalangan Mellennial. Mulai berjualan online hingga mengembangkan hobi dan bakat secara freelance.
Apalagi di era media sosial seperti saat ini. Berperan sebagai seorang freelancer menjadi lebih mudah.
Meski terkesan mudah, namun untuk menjadi seorang freelancer yang sukses tak semudah yang dibayangkan lho guys. Butuh sistem tersendiri agar menjadi seorang freelancer mampu meraih sukses.
Roy Vandi Tambunan yang berprofesi sebagai seorang freelancer di bidang pariwisata mengaku mempunyai langkah sendiri agar sukses menjadi seorang freelancer.
Ia menerapkan personal branding dan tetap optimis walaupun ada hal-hal negatif yang terkadang menghampiri. Selain itu, ia juga mengutamakan percaya diri terhadap kemampuan diri sendiri dengan meningkatkan kualitas kinerjanya.
Menurutnya, untuk meraih sukses bekerja secara freelancer bisa diawali dengan skill yang kita punya dan yang kita kembangkan. Kunci suksesnya seorang freelancer karena berhubungan dengan kegiatan yang digemari atau sesuai passion masing-masing. Syarat ini penting supaya bisa enjoy dalam menjalaninya.
Bekerja sebagai freelancer juga menjadi pilihan Widi Utami, yang berprofesi sebagai MUA di Batam. "Kalau saya memang sudah hobi make up. Jadi sebagai MUA ini usaha freelance, saya bisa terus berkembang dengan hobi saja. Bekerja karena hobi enak, dan nyenengin jalaninnya," katanya.
Sementara itu, menurut Nur Vitryana, konsultan di bidang freelance dan sekaligus leader di perusahaan Riway International mengatakan, untuk menjadi seorang freelance agar bisa sukses perlu membuat target dan tujuan yang ingin dicapai. Ini agar usaha freelance lebih terarah.
"Contoh tujuan kita ingin apa. Membeli mobil, membeli rumah mewah, atau naik haji. Semua harus ada tujuan, agar kita semangat dalam menjalaninya," ujarnya.
Freelancer juga harus mempunyai target, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Jangka panjang bisa ditargetkan dalam waktu yang lama, sedangkan jangka pendek itu maksimal sebulan.
"Dan yang sulit itu adalah konsistennya. Konsisten terhadap target yang ingin dicapai. Jika terdapat kendala, mungkin ada hal kurang terstruktur yaitu tidak dimulai dari lingkungan sekitar atau orang terdekat terlebih dahulu," kata Vitriyana.
Atau kamu bisa meniru langkah freelancer Widi Utami. Mulai mengelola waktu, harus bisa cari peluang usaha, harus eksis terus di sosial media. Karena media sosial baik dalam hal marketing.
Bekerja freelance tidak hanya bersifat personal saja, tetapi juga bisa dalam bentuk tim. Adanya leader dalam sebuah tim, perlu adamya jiwa kepemimpinan, dan hal tersebut bisa diperoleh dari lingkungan dan mentor yang mengajarkan kita tentang jiwa kepemimpinan.
Dan setelah ilmu itu didapat, maka hal pertama yang harus diterapkan adalah menerapkannya kepada diri sendiri.
So, tentu tidak mudah menjadi seorang freelancer kan? Butuh tujuan, target, dan konsistensi. Dan itu ternyata tidak hanya di perusahaan saja tapi juga di usaha freelance yang kita miliki sendiri. (*)
Tips Sukses Sebagai Freelancer
1. Tentukan tujuan yang ingin dicapai
2. Tentukan target jangka pendek dan jangka panjang
3. Konsisten terhadap hal yang ingin dicapai
4. Jika usaha freelance dalam bentuk tim, maka kamu perlu memaintance anggota dengan baik
5. Kompak bersama dengan sesama anggota, sukses leader, sukses pula anggotanya. (ani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mellennial-freelancer_20180209_222856.jpg)