TKW di Hongkong Kecewa Tuntutan Tinggal di Luar Rumah Majikan tak Dikabulkan Hakim, Alasannya Macet

"Mau tidak mau, suka tidak suka, semua PRT di Hong Kong harus tinggal di rumah majikan, apa pun kondisinya," kata Eni Lestari.

TKW di Hongkong Kecewa Tuntutan Tinggal di Luar Rumah Majikan tak Dikabulkan Hakim, Alasannya Macet
AFP
Di Hong Kong diperkirakan terdapat sekitar 350.000 pembantu rumah tangga, banyak di antaranya berasal dari Indonesia dan Filipina. 

TRIBUNBATAM.ID- Para pegiat hak-hak pekerja migran di Hong Kong mengatakan kecewa setelah hakim di Pengadilan Tinggi menolak permintaan seorang pembantu rumah tangga (PRT) agar diberi hak tinggal di luar rumah majikan.

Masih ada peluang keputusan ini berubah karena banding direncanakan akan diajukan oleh pihak penggugat.

Namun untuk sementara ini dengan keputusan Pengadilan Tinggi tersebut, sekitar 350.000 PRT di Hong Kong, banyak di antaranya berasal dari Indonesia, harus tinggal bersama majikan.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, semua PRT di Hong Kong harus tinggal di rumah majikan, apa pun kondisinya," kata Eni Lestari, ketua Aliansi Pekerja Migran Internasional, kepada BBC Indonesia.

Situasi ini, kata Eni, membuka risiko 'terjadinya kerja paksa dan perbudakan modern'.

Baca: Kisah Adelina, TKW yang Tidur dengan Anjing Hingga Meninggal, Tetangga Lihat Kejanggalan di Lengan

Baca: Kaki Penuh Luka Bakar & Tidur Bareng Anjing di Luar, Begini Nasib TKW Medan yang Tewas di Malaysia

Tinggal serumah dengan majikan -biasa disebut live in- juga meningkatkan risiko 'perlakuan semena-mena terhadap PRT, baik dalam bentuk kekerasan verbal maupun fisik' yang oleh Eni dikatakan 'trennya meningkat dalam beberapa waktu terakhir'.

Sringatin, pengurus Serikat Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong, mengatakan pihaknya akan menggelar aksi untuk mengadvokasi agar PRT diberi hak tinggal di luar rumah majikan.

"Tentu kami kecewa dengan keputusan pengadilan. Hakim sayangnya tidak mengakui data yang dikumpulkan lembaga swadaya masyarakat tentang dampak live in," kata Sringatin.

Halaman
1234
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved