Perayaan Imlek 2018

HEBOH Ucapan Imlek Pemerintah Malaysia Bergambar Ayam Jantan Berkokok. Sengajakah?

Pemerintah Malaysia meminta maaf setelah keliru menampilkan iklan ucapan Imlek yang menampilkan seekor ayam jantan berkokok.

HEBOH Ucapan Imlek Pemerintah Malaysia Bergambar Ayam Jantan Berkokok. Sengajakah?
AFP via bbc indonesia
Gambar ayam berkokok itu muncul dalam koran berbahasa Cina. 

TRIBUNBATAM.ID- Pemerintah Malaysia meminta maaf setelah keliru menampilkan iklan ucapan Imlek yang menampilkan seekor ayam jantan berkokok.

Iklan satu halaman yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan itu menuai ejekan, karena Tahun Ayam - berdasarkan zodiak Cina- sudah berakhir dan kini menyambut Tahun Anjing.

Dalam iklan tersebut, kementerian menyampaikan pesan tahun sejahtera di Tahun Anjing - namun iklan tersebut malah memperlihatkan seekor ayam jantan berkokok.

Baca: IMLEK, Tak Satupun Keluarga Jenguk Ahok di Penjara. Ternyata 2 Bulan tak Ada yang Mendatanginya

Baca: Pagelaran Komedi Imlek Cina-Afrika yang Ditonton Ratusan Juta Orang Dikecam dan Dianggap Rasis

Pihak kementerian pun meminta maaf atas "kesalahan teknis" tersebut.

Kekeliruan penampilan iklan ucapan Imlek ini diduga tidak terlepas pula dari anggapan umum di kalangan sebagian warga Muslim Malaysia bahwa anjing merupakan binatang yang dianggap najis.

Awal pekan ini, Kantor berita Reuters melaporkan bahwa berbagai perusahaan di Malaysia mengabaikan atau mengurangi simbol-simbol anjing.

Itu dilakukan untuk mencegah agar warga mayoritas Muslim tidak tersinggung. Sekitar seperempat dari penduduk Malaysia merupakan etnis Cina.

Hal itu membuat banyak orang berpikir bahwa iklan yang dicetak di surat kabar berbahasa Mandarin itu adalah upaya keras untuk menghindari gambar seekor anjing - terlepas dari apakah itu masuk akal atau tidak.

Salah seorang pengguna Facebook mengatakan bahwa iklan tersebut "hanya akibat kebodohan", sementara lainnya menganggapnya "memalukan".

Koran berbahasa Inggris The Star mengutip ketua biro kerukunan agama Asosiasi Cina Malaysia yang mengatakan beberapa orang mencoba "membuat orang Cina marah" atas kesalahan yang dianggap sepele.

"Setelah pemerintah mengeluarkan permintaan maaf, kalangan masyarakat Cina sudah melupakannya dan tidak ada lagi kemarahan besar karena orang Cina itu pragmatis dan santai," kata Datuk Seri Ti Lian Ker kepada surat kabar tersebut.

Ia menuduh partai oposisi DAP mengaduk rasa "kebencian, dendam dan kemarahan". (bbc indonesia)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved