Heboh! Gara-gara 'Like' di Facebook, PNS di Madiun Dipanggil Panwaslu. Begini Alasannya!

Seorang pegawai negeri Pemkab Madiun, dan seorang pegawai BUMD dipanggil oleh Panwaslu Kabupaten Madiun

Heboh! Gara-gara 'Like' di Facebook, PNS di Madiun Dipanggil Panwaslu. Begini Alasannya!
Stuffpoint.com
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.ID-Seorang pegawai negeri Pemkab Madiun, dan seorang pegawai BUMD dipanggil oleh Panwaslu Kabupaten Madiun, gara-gara membubuhkan like di akun Facebook milik seorang calon Bupati Madiun.

"Sementara ini ada dua orang yang memberi like di akun Facebook salah satu paslon," kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Madiun, Agus Setiawan, Selasa (20/2/2018).

Baca: Kasus Novel Baswedan, Presiden Jokowi Ultimatum Kapolri! Begini Alasannya!

Baca: Terungkap! Inilah Ibunda Presiden Soekarno dan Kisah Mistis Gunung Kelud Meletus!

Baca: PSI Lolos Pemilu! Inilah 6 Fakta Mengejutkan Grace Natalie Ketua Umum PSI

Baca: Heboh! Inilah 8 Pria Dengan Kisah Hidup Luar Biasa! Nomor 8 Napi Pacari Anak Konglomerat!

Agus menuturkan, rencananya, Rabu (21/2/2018) kedua orang itu akan diklarifikasi.

Agus enggan membeberkan siapa nama dua orang yang dipanggil tersebut. Begitu juga ketika ditanya, paslon mana yang disukai atau diberi tanda like oleh kedua orang itu.

Dia menambahkan, apabila nanti benar terbukti keduanya melakukan pelanggaran maka pihak Panwaslu Kabupaten Madiun akan mengirim rekomendasi kepada Majelis Kode Etik (MKE) Kabupaten Madiun agar ditindaklanjuti.

Untuk diketahui, ASN yang memberi tanda suka pada akun medsos paslon melanggar surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang

Pelaksanaan Netralitas bagi ASN pada Penyelenggaraan Serentak tahun 2018, Pemilihan Legislatif tahun 2019, dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019.

Berdasarkan surat edaran tersebut, ASN dilarang mengunggah, menanggapi seperti like, komentar, dan sejenisnya) atau menyebarluaskan gambar/foto bakal calon/bakal pasangan calon kepala daerah,

visi misi bakal calon/bakal pasangan calon kepala daerah, maupun keterkaitan lain dengan balon/bapaslon kepala daerah melalui media online maupun media sosial.(SuryaMalang)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved