Breaking News:

Bart Bebas dari Hukuman Mati Sejam Pra-eksekusi berkat Permohonan Sang Ayah yang Nyaris Dibunuhnya

Bart Whitaker tega menyewa orang untuk membunuh keluarganya sendiri demi mengamankan asuransi mereka.

AFP/Handout
Kent Whitaker (kiri), dan anaknya Bart Whitaker yang menjadi pelaku utama pembunuhan terhadap keluarganya di Desember 2003. 

Kejadian tersebut berlangsung di Houston. Ibu dan adik Bart, Tricia serta Kevin, tewas tertembak di dada. Sedangkan Kent mengalami luka parah di bahunya.

Dalam kejadian itu, Bart berpura-pura bergumul dengan si pelaku, dan terkena tembakan di lengan agar tidak dicurigai sebagai otak utama.

Namun, dalam sidang Maret 2007, Chris Brashear dan Steven Champagne, bersaksi bahwa Bart menjanjikan uang kepada mereka jika berhasil membunuh keluarganya.

Tujuannya, Bart bisa mengambil asuransi keluarga yang bernilai 1,5 juta dolar Amerika Serikat (AS), atau sekitar Rp 20,3 miliar.

Kesaksian keduanya sudah cukup untuk menyebut Bart telah melakukan kejahatan utama. Sesuai hukum di Texas, pelaku bakal menerima vonis disuntik mati.

Adapun sebagai ganti kesaksian mereka, Brashear menerima penjara seumur hidup, dan Champagne 15 tahun mendekam di bui.

(kompas.com/Ardi Priyatno Utomo)

Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved